AMBON, Siwalimanews – Intelijen Kejati Maluku melimpahkan penanganan kasus dugaan korupsi dana pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng tahun 2017 ke bagian pidsus.
Penanganan kasus diserahkan ke pidÂsus, setelah tim intel merampungkan telaÂah dan melengkapi sejumlah dokumen yang diminta pidsus.
Asintel Kejati Maluku, Muhammad Iwa Pribawa yang dikonfirmasi Siwalima, Senin (9/9) mengatakan, hasil telaah inteÂlijen akan dipelajari lagi oleh bagian pidÂsus.
âBerkas kasus dugaan korupsi dana pembangunan Pastori Waai, telah diseÂrahkan ke bagian pidsus,â ujarÂnya.
Penanganan lanjutan kasus duÂgaan korupsi dana Pastori IV Waai, kata Pribawa, menjadi kewenangan bagian pidsus.
âKan berkas kasusnya sudah kami serahkan ke bagian pidsus. Nah, proÂses penanganan kasus ini menjadi kewenangan bagian pidsus,â ujarÂnya.
Sementara Aspidsus Kejati MaluÂku, M. RuÂdy yang hendak dikonÂfirmaÂsi, naÂmun tidak berada di kantor.
Dibidik Jaksa
Seperti diberitakan, dana bantuan pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai berasal dari hibah PemÂprov Maluku tahun 2017 sebesar Rp 900 juta.
Anggaran tersebut dicairkan oleh anggota DPRD Maluku, Wellem Z. Wattimena sebagai bagian dari jatah dana aspirasinya.
Setelah dicairkan, anggota Fraksi Demokrat ini tak memberikan dana tersebut ke panitia pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai. Namun diduga ia menggunakannya untuk kepentingan pribadi.
Setelah diperiksa tim intelijen, Wellem memberikan Rp 600 juta keÂpada panitia pembangunan pastori. Namun sisa Rp 300 juta, hingga kini belum diberikan.
âJadi awalnya anggaran untuk peruntukan pembangunan rumah dinas Pastori IV GPM Waai Rp 900 juta. Tetapi saat mintai keterangan pada minggu lalu, WW telah meÂngembalikan dana sebesar Rp 600 juta, sedangkan sisannya Rp 300 juta belum dikembalikan,â ungkap sumber itu.
Wellem Bungkam
Wellem Wattimena sudah pernah dikonfirmasi soal korupsi dana pemÂbangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, 7, yang diduga melibatkanÂnya. Namun Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini, enggan berkoÂmentar.
âKalau masalah ini, saya tidak mau berkomentar, beta no comment,â tanÂdas Wellem, kepada Siwalima, Senin (29/7), sambil mematikan telepon genggamnya. Wellem yang dihuÂbungi melalui telepon selulernya, Senin (9/9) naÂmun enggan menjawab telepon. (S-49)