AMBON, Siwalima.id - Wakil Gubernur Abdullah Vanath minta optimalisasi anggaran, guna mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di Provinsi Maluku.
Pasalnya, hingga saat ini angka prevalensi stunting di Maluku masih tercatat mencapai 28,4 persen, sehingga diperlukan upaya percepatan dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan anggaran.
Permintaan itu, disampaikan wagub pada kegiatan Reviu Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Tingkat Provinsi Maluku tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur, Selasa (27/10).
Wagub menjelaskan, hingga akhir tahun 2026 ini, tercatat angka prevalensi stunting di Maluku masih tinggi, sehingga optimalisasi pemanfaatan anggaran, khususnya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga perlu dilakukan.
Hal ini bertujuan, agar setiap anggaran yang digelontorkan oleh negara untuk menekan akang prevalensi stunting, termasuk di Maluku dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hasil evaluasi memang masih ada anggaran yang belum terserap secara maksimal maupun penggunaannya yang belum sepenuhnya sesuai peruntukan, ini yang harus menjadi fokus kita kedepannya,” tegas Wagub.
Wagub juga minta, pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan pengawasan terhadap perangkat daerah terkait, agar pelaksanaan program berjalan efektif dan sesuai tujuan.
Pasalnya, pembangunan kependudukan dan keluarga merupakan bagian penting dari strategi pembangunan daerah yang selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Untuk itu, diperlukan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas keluarga dan generasi muda Maluku.
“Semua pihak harus berpartisipasi dalam mendorong peningkatan kualitas generasi muda Maluku. Media juga diharapkan memberikan dukungan melalui edukasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat,” pinta wagub.
Wagub menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam membangun generasi yang sehat, produktif dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, oleh sebab itu, upaya pencegahan dan penurunan stunting harus dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penyampaian informasi kepada para bupati terkait pemanfaatan anggaran bukan merupakan surat peringatan, melainkan bentuk dorongan agar kepala daerah memberikan perhatian dan pengawasan lebih terhadap pelaksanaan program di wilayah masing-masing,” tegas wagub.
Wagub berharap, program pencegahan stunting yang dilakukan dapat dievaluasi dengan baik dalam memastikan anggaran dimanfaatkan secara optimal dan program kependudukan serta pembangunan keluarga berjalan sesuai sasaran.(S-20)