AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengajak seluruh tokoh agama (Toga) untuk membangun kesadaran masyarakat guna melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di bumi raja-raja ini.
Pasalnya, persoalan karhutla berdampak pada penyebaran kabut asap yang masih terjadi di wilayah Provinsi Maluku, harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya termasuk tokoh agama.
Ia mengaku, dampak dari karhutla ini, bukan saja terhadap lingkungan yang tercemar, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat karena harus menghirup udara dengan kualitas yang sangat buruk.
“Persoalan karhutla ini sudah harus mendapatkan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan bukan saja pemerintah,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (27/10).
Disisi lain, karhutla telah berdampak pada aktivitas pendidikan, termasuk transportasi udara yang harus terganggu, sehingga persoalan ini harus menjadi fokus pemerintah dan tokoh lintas agama.
Tokoh lintas agama, dapat melakukan upaya pembinaan kepada keluarga-keluarga untuk peduli terhadap lingkungan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berdampak pada kerhutla.
“Saya mengharapkan dukungan tokoh agama melalui pembinaan keluarga dan gerakan kepedulian lingkungan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan secara sembarangan,” pinta gubernur.
Gubernur mengaku, kesadaran masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah jika ditemukan titik api sangatlah penting, sebab ini merupakan upaya pencegahan secara dini kebakaran sebelum meluas
“Pemerintah akan memperkuat koordinasi pencegahan dan penanganan, namun keberhasilannya sangat terganggu pada kesadaran masyarakat,” tulis gubernur. (S-20)