AMBON, Siwalima.id - Perumdam Tirta Yapono menambah kedalaman jaringan pipa air bersih di sumber air Amahusu, Kota Ambon.
Penambahan ini, sekaligus menjaga pasokan air bersih ditengah musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada penurunan debit sumber air.
Pelaksana Tugas Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima mengatakan pekerjaan itu diharapkan dapat meningkatkan debit air yang disalurkan kepada masyarakat.
“Hari ini kami sementara melakukan perbaikan di sumber air Amahusu, dengan menambah kedalaman jaringan pipa air bersih. Semoga dapat memberikan debit air yang cukup,” terang Saimima di Balai Kota, Senin, (28/9).
Saimima menjelaskan, kemarau panjang turut mempengaruhi ketersediaan pasokan air, termasuk di sumber air yang dikelola Perumdam Tirta Yapono.
Dampaknya juga dirasakan warga yang selama ini mengandalkan sumur pribadi. Debit air sumur masyarakat di Amahusu ikut menurun.
Dalam kondisi ini, masyarakat Amahusu yang menggunakan sumur pribadi mengalami kekeringan debit airnya. “Masyarakat membutuhkan suplai air bersih dari sumber air Perumdam Tirta Yapono yang ada di Amahusu,” ujarnya.
Dirinya juga berharap pekerjaan tersebut dapat rampung pada Senin sore sehingga peningkatan debit air bisa segera dirasakan pelanggan.
“Kami harapkan sumber air ini bisa selesai sampai dengan sore, sehingga hasilnya dapat memberikan dampak yang baik bagi pelanggan air bersih Perumdam Tirta Yapono,” katanya.
Perumdam Tirta Yapono terus melakukan langkah teknis untuk mempertahankan kontinuitas pelayanan air bersih, terutama di wilayah yang mengalami penurunan debit sumber air selama musim kemarau.
Perbaikan sumber air Amahusu menjadi salah satu upaya perusahaan daerah itu untuk mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus menjaga pasokan bagi masyarakat.
Perumdam Targetkan Oktober
Sementara itu, Perumdam Tirta Yapono juga menargetkan 200 kepala keluarga di Dusun Toisapu, Negeri Hutumuri akan menikmati layanan air bersih pada Oktober nanti.
Pelaksana Tugas Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, mengatakan penanganan persoalan air bersih di Toisapu merupakan tindak lanjut perhatian Pemkot Ambon terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Pengembangan di Hutumuri akan kita lakukan di Dusun Toisapu bagian dari pada janji pak walikota, kepada warga masyarakat Toisapu,” jelas Saimima.
Menurutnya, ketika mereka bertemu dengan walikota terkait masalah air bersih yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.
Walikota Ambon kemudian meminta Perumdam Tirta Yapono menindaklanjuti persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat Toisapu.
Perumdam kemudian melakukan evaluasi dan koordinasi di lapangan bersama kepala dusun dan masyarakat.
Koordinasi juga dilakukan de-ngan anggota DPRD Kota Ambon dari dapil Sirimau I, Swenly Hursepuny, yang merupakan masyarakat Negeri Hutumuri.
Dari hasil koordinasi itu, lanjutnya terdapat Pokok Pikiran (Pokir) yang disiapkan Hursepuny untuk mendukung penanganan jaringan air bersih di wilayah tersebut.
“Pokir akan dimanfaatkan untuk masalah penyelesaian air bersih bagi masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, masyarakat Toisapu sudah cukup lama tidak mendapatkan layanan air bersih secara optimal. Karena itu, Perumdam akan mengerahkan kemampuan teknis dan tenaga yang dimiliki untuk mempercepat penanganan.
“Mudah-mudahan dalam upaya penanganan lewat Perumdam Tirta Yapono dan teknis yang dimiliki staf akan dapat menyelesaikan air bersih tersebut,” katanya.
Perumdam menargetkan layanan air bersih bagi masyarakat Toisapu dapat kembali terpenuhi pada Oktober. “Target kita sampai dengan bulan Oktober masyarakat di daerah tersebut sudah mendapatkan air bersih sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Anggota DPRD Kota Ambon, Swenly Hursepuny mengatakan persoalan air bersih harus segera ditangani karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai masyarakat Negeri Hutumuri, ia akan ikut mengawal proses penanganan yang dilakukan Perumdam Tirta Yapono agar berjalan sesuai target.
“Air bersih ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kita akan terus kawal proses penanganannya bersama Perumdam, dusun dan masyarakat. Harapan kita, target Oktober ini dapat direalisasikan sehingga sekitar 200 KK di Toisapu bisa kembali mendapatkan layanan air bersih,” katanya.
Ia berharap dukungan pokir yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu memperbaiki fasilitas dan jaringan air bersih di Toisapu.
Swenly menambahkan, sinergi antara DPRD, Pemkot Ambon, Perumdam Tirta Yapono, dusun dan masyarakat perlu diperkuat agar persoalan air bersih di Toisapu segera dituntaskan.
Dengan jaringan yang telah tersedia dan rencana perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk bak penampung berkapasitas sekitar 100 meter kubik yang mengalami kebocoran, masyarakat Toisapu kini menanti realisasi target Oktober tersebut.(S-30)