SIWALIMA.id > Berita
Online | Sabtu, 12 September 2026 pukul 18:18 WIT
Insiden Lisabata-Patahuwe, 27 Rumah Terbakar, 4 Warga Luka

 AMBON, Siwalima.id – Sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor terbakar dalam insiden yang terjadi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (11/9).

Selain menyebabkan kerusakan dan kerugian materi, insiden tersebut juga mengakibatkan empat warga dari salah satu desa yang bertikai mengalami luka akibat terkena tembakan senapan angin.

Untuk meredam situasi, Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto bersama Pangdam XV Pattimura, Mayjen Dody Triwinarto turun langsung ke Kecamatan Taniwel.

“Keduanya tiba di Desa Patahuwe pada, Sabtu (12/9) sekitar pukul 02.20 WIT bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku dan Kodam XV Pattimura,” tulis Humas Polda Maluku dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Sabtu (12/9).

Setibanya di Patahuwe, Kapolda dan Pangdam langsung meninjau lokasi rumah warga yang terbakar serta melihat kondisi masyarakat yang terdampak.

Setelah itu, keduanya menggelar pertemuan dengan Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel.

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan jajaran terkait untuk membahas langkah penanganan situasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Pada pertemuan itu, kapolda minta kedua kades/raja untuk menenangkan masyarakat masing-masing.

"Yang terpenting adalah para raja dapat menenangkan situasi di desa masing-masing dan bekerja bersama-sama,” tulis pihak humas mengutip ucapan kapolda.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kita harus benar-benar meyakinkan saudara-saudara kita agar menyampaikan dengan benar kepada masyarakat dan selalu berhati-hati adanya provokasi, karena ada oknum-oknum yang tidak menginginkan wilayah kita aman,” himbau kapolda.

Kapolda juga minta media massa yang memberitakan insiden Lisabata-Patahuwe mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai.

Menurutnya, penggunaan bahasa yang provokatif dapat memperkeruh suasana dan memicu kesalahpahaman baru di tengah masyarakat.

“Kepada media, agar mengedepankan jurnalisme damai dengan menggunakan kata-kata yang dingin. Jangan menggunakan kata-kata yang justru membuat situasi semakin panas,” pinta kapolda.

Pada kesempatan itu, kapolda juga minta masyarakat Patahuwe maupun Lisabata menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan.

“Saya minta masyarakat Patahuwe bersabar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga bersama keamanan dan persaudaraan,” ajak kapolda.

Sementara itu, Pangdam XV Pattimura Mayjen Dody Triwinarto mengaku, kehadiran dirinya bersama kapolda merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

"Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” pinta pangdam.

Pangdam juga mendorong seluruh pihak mengedepankan semangat gotong royong untuk membantu warga yang rumahnya terdampak.

Para kepala desa/raja dan tokoh masyarakat diminta memberikan pemahaman kepada masyarakatnya agar tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memperpanjang persoalan.

Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama yang juga turut hadir, minta masyarakat dari kedua desa menghentikan tindakan maupun narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Pemkab SBB akan memberikan dukungan kepada warga terdampak, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi menambahkan, proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi dalam peristiwa ini masih berlangsung.

“Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut,” tandas Kombes Rositah.

Untuk diketahui, setelah melakukan pertemuan dan memastikan situasi terkendali, kapolda, pangdam dan rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.30 WIT.

Hingga saat ini, situasi di wilayah Taniwel dilaporkan aman dan kondusif. TNI-Polri bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan dan pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan.(S-25)

BERITA TERKAIT