AMBON, Siwalima.id - Penyelesaian konflik antar warga di Maluku harus diselesaikan hingga tuntas dan tak boleh diabaikan.
Penanganan pasca konflik antar kelompok masyarakat telah menjadi perhatian serius dalam pembahasan Forum Koordinasi Keamanan Maluku, Selasa, (22/9) kemarin.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, stabilitas keamanan, merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan, sekaligus merupakan bagian dari kewajiban konstitusional negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat merupakan salah satu wujud nyata kehadiran negara,” ujar gubernur.
Dinamika konflik antar kampung yang masih terjadi di sejumlah wilayah Maluku menurut gubernur, harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh stakeholder, termasuk TNI dan Polri
Pasalnya pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, guna memastikan setiap konflik dapat segera dihentikan, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan menimbulkan dampak yang lebih destruktif bagi masyarakat.
Upaya pencegahan konflik tidak boleh berhenti pada kegiatan yang bersifat simbolis, ritual maupun seremonial semata melainkan harus tertanam dalam nurani dan menjadi keyakinan masyarakat sehingga nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan kerukunan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai gubernur, saya mengapresiasi Kapolda Maluku beserta jajaran TNI yang telah bergerak cepat dan turun langsung ke lapangan ketika terjadi dinamika keamanan. Respons cepat ini penting dalam meredam eskalasi dan mencegah konflik berkembang lebih luas,” ucap gubernur.
Kendati begitu, gubernur menegaskan, penanganan konflik tidak boleh hanya berhenti setelah situasi kembali kondusif, tetapi harus diikuti dengan langkah penegakan hukum yang tegas dan berkelanjutan, tanpa diskriminasi, serta tetap menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.
Pasalnya, penegakan hukum yang konsisten akan memberikan efek jera bagi para pelaku dan sekaligus mencegah terulangnya konflik serupa dikemudian hari.
Di sisi lain, gubernur mengingatkan, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks seiring dengan berkembangnya era disrupsi informasi dan media sosial, dimana informasi yang beredar di ruang digital, termasuk yang dapat direkayasa oleh mesin atau robot, berpotensi memengaruhi perilaku masyarakat serta menjadi sarana penyebaran provokasi.
Karena itu, upaya menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat, merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan kepolisian, pemerintah, TNI, kalangan perguruan tinggi, masyarakat sipil serta media massa.
“Tentu kami dukung pembentukan Forum Koordinasi Keamanan Maluku. Saya berharap forum ini tidak berhenti sebagai wadah formalitas, tetapi mampu bergerak aktif, membangun koordinasi yang nyata, serta menghasilkan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan stabilitas keamanan dan merawat kerukunan di Provinsi Maluku,” tegas gubernur.(S-20)