AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Suwando Nainggolan diminta mengusut pelaku pembakaran hutan yang terjadi selama ini, sehingga mengakibatkan kabut asap yang masih berkepanjangan.
Ketua Umum Pasprobo (Pasukan Prabowo) Saiful Chaniago mengatakan, tindakan pembakaran hutan yang terjadi di wilayah Maluku harus diungkap pelakunya, dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Karena itu, dia mendesak Kapolda Maluku mengusut tuntas dugaan pembakaran hutan yang diduga menjadi penyebab kabut asap menyelimuti wilayah Maluku selama kurang lebih dua pekan ini.
Saiful yang juga Komisaris Utama PT PLN Energi Gas mengungkapkan, kabut asap tersebut telah mengganggu aktivitas dan produktivitas masyarakat, bahkan berpotensi menghambat pergerakan ekonomi di daerah.
“Saya mendesak Kapolda Maluku untuk segera mengusut tuntas oknum-oknum yang diduga kuat melakukan pembakaran hutan, sehingga berdampak pada kabut asap yang meliputi Provinsi Maluku,” jelas Saiful kepada wartawan di Ambon, Kamis (22/10)
Dikatakan, persoalan kabut asap tidak boleh dianggap sepele ka-rena dampaknya meluas ke berba-gai sektor kehidupan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon.
Menurutnya, gangguan penerbangan akibat kabut asap berpotensi mempengaruhi investasi, mobilitas masyarakat dan pembangunan ekonomi Maluku.
Karena itu, Saiful meminta aparat kepolisian segera menyelidiki penyebab kabut asap serta mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Ia juga meminta penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya minta Kapolda Maluku segera mengejar oknum-oknum yang diduga melakukan pembakaran hutan. Kalau memang sudah ada indikasi, buka kepada masyarakat siapa pelakunya dan tindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya.
Saiful menilai, pembakaran hutan tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Di tengah kondisi kabut asap, Saiful turut mengimbau masyarakat Maluku agar tetap tenang, tidak panik serta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kesehatan.
Ia meminta masyarakat yang berada di wilayah kabut asap tebal menggunakan masker, dan mengurangi paparan asap guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
“Harapan saya seluruh masyarakat Maluku tidak perlu panik, tetapi tetap berikhtiar dan waspada. Kalau berada di wilayah yang kabut asapnya tebal, minimal gunakan masker dan hindari tempat-tempat yang bisa mengganggu pernapasan,” tutupnya.(S-30)