SIWALIMA.id > Berita
Visi | Jumat, 25 September 2026 pukul 12:24 WIT
Waspada! Kasus DBD Meningkat

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Ambon mengalami peningkatan sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan kasus ini cukup terlihat sejak Januari hingga Agustus 2026. Meski demikian, tren kasus kini mulai menurun.

Peningkatan kasus DBD tidak terjadi hanya di satu wilayah. Karena itu, penanganan DBD tidak cukup hanya mengandalkan pengasapan atau fogging.

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. 

Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, perdarahan, hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Nyamuk penyebab demam berdarah biasanya aktif dan menggigit pada pagi hingga sore hari. Nyamuk ini dapat berkembang biak di berbagai wadah yang menampung air, misalnya bak mandi atau ember.

Demam berdarah tidak menular antar manusia secara langsung melalui kontak biasa. Namun, ibu hamil dapat menularkan demam berdarah kepada janin yang dikandungnya selama masa kehamilan atau ketika proses persalinan.

Risiko penularan demam berdarah dapat meningkat pada musim hujan karena kondisi tersebut mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, seseorang juga lebih berisiko terkena DBD jika ia berada di daerah dengan kasus demam berdarah yang tinggi, terutama bila area tersebut padat penduduk.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penderita DBD mengalami demam berdarah dengan gejala lebih berat, yaitu berusia anak-anak atau lansia, sedang hamil, memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan pernah menderita demam berdarah sebelumnya.

Karenanya Pemerintah Kota Ambon perlu intens melakukan sosialisasi bagi masyarakat agar bisa melakukan tindakan waspada 

Masyarakat umumnya meminta fogging ketika ditemukan kasus DBD di lingkungan mereka. Namun, fogging bukan langkah pertama dalam penanganan.

Pelaksanaan fogging memiliki persyaratan tertentu dan tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan adanya satu kasus yang ditemukan di suatu wilayah.

Fogging dapat dilakukan apabila ditemukan minimal satu kasus positif DBD yang disertai kematian. Selain itu, fogging dapat dilakukan jika terdapat sedikitnya dua kasus positif DBD, disertai lebih dari tiga warga yang mengalami demam di wilayah sekitar dengan radius 100 meter dan ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) paling efektif dilakukan dengan menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus 

Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus harus menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran DBD.

Masyarakat diminta tidak hanya menjaga kebersihan di dalam rumah, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.(*) 

BERITA TERKAIT