AMBON, Siwalima.id - Kepolisian Daerah Maluku terus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Gereja, keluarga, dan tokoh masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Suwondo Nainggolan saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih bersama keluarga besar Gereja Jemaat GPM Silo, Klasis Kota Ambon, Minggu (1/11).
Dalam kegiatan itu Kapolda menegaskan, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Diperlukan keterlibatan masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Menurut Suwondo, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui peran lembaga keagamaan.
Gereja diharapkan menjadi mitra strategis dalam membangun karakter, memberikan pembinaan moral, serta mendampingi generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Mari kita bersama-sama menyembuhkan anak-anak kita, saudara-saudara kita, dan generasi muda Maluku yang mungkin telah terjerat penyalahgunaan narkotika,” kata Kapolda.
Kapolda mengatakan, penanganan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemberantasan jaringan peredaran gelap, hingga pemulihan bagi mereka yang menjadi korban penyalahgunaan.
Ia mendorong pemetaan lingkungan permukiman untuk mengenali potensi jalur masuk dan perkembangan peredaran narkotika. Pengawasan berbasis masyarakat juga perlu diperkuat agar setiap lingkungan memiliki kepedulian terhadap ancaman narkoba.
Kapolda turut menyampaikan gagasan pemeriksaan atau tes urine secara acak sebagai salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap upaya pencegahan. Pelaksanaannya, kata dia, harus tetap memperhatikan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa penyalahguna narkotika yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan hukum perlu mendapatkan rehabilitasi.
“Pendekatan pemulihan juga penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif,”katanya.
Selain narkoba, Kapolda Maluku juga mengingatkan pentingnya mencegah kekerasan, termasuk penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga.
Menurut dia, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter seseorang.
“Karena itu, rumah tangga harus menjadi tempat yang aman, penuh kasih, dan memberikan perlindungan bagi seluruh anggota keluarganya,”tandasnya.
Ia mengajak masyarakat membangun komunikasi yang sehat, mengendalikan emosi, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyelesaikan persoalan.
Selain itu, ia juga berharap Gereja tidak hanya menyampaikan ajaran kasih dalam kegiatan ibadah, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sosial melalui pembinaan iman, pendampingan keluarga, dan penguatan nilai persaudaraan.
Ia menegaskan, keamanan Maluku membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan jarak antarpulau dan keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan kepolisian.
Karena itu, dukungan tokoh agama, pemerintah negeri, tokoh masyarakat, dan keluarga sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Pengalaman konflik sosial di masa lalu menjadi pelajaran untuk memperkuat persatuan dan menghindari sikap saling curiga. Situasi keamanan yang kondusif merupakan salah satu prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan daerah,”katanya.
Berbagai program pembangunan, termasuk pengembangan desa nelayan dan sektor ekonomi masyarakat lanjutnya, membutuhkan lingkungan yang aman agar dapat berjalan optimal.
Ia berharap masyarakat Maluku, khususnya generasi muda, tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, tetapi memiliki kemampuan dan kesempatan untuk terlibat serta mengelola potensi daerahnya sendiri.
“Saya tidak ingin hanya menjadi pejabat yang bertugas di Maluku. Saya ingin menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Maluku,” ujar Kapolda.(S-25)