AMBON, Siwalimanews – Gubernur Hendrik Lewerissa berjanji akan memberikan perhatian serius untuk membawa Maluku bisa keluar dari berbagai persoalan yang melilitnya.
Gubernur mengatakan hal itu saat menyampaikan pidaÂto perdananya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku, Rabu (5/3).
Dalam pidatonya guberÂnur menyoroti berbagai tanÂtangan serta rencana straÂtegis pembangunan daerah dan sejumlah masalah yang akan menjadi perhatian seÂrius seperti, kemiskinan, angÂÂka pengangguran yang tinggi dan berbagai persoaÂlan pembangunan yang haÂrus segera dicarikan solusiÂnya.
Gubernur bilang, Maluku adalah daerah yang diberÂkati dengan kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hasil laut yang memberi kontribusi besar terhadap pendapatan ikan nasional, pariwisata bahari yang eksotis, hingga keberagaman budaya yang memukau bahÂkan realisme historis menunÂjukkan bahwa kekayaan MaÂluku luar biasa ini telah menempatkan pulau raja-raja ini menjadi sangat terkenal di dunia.
âKami telah menyaksikan secara faktual kondisi ProÂvinsi Kepulauan ini, mendeÂngar dengan penuh antusias semua keluhan dan harapan, mengapa Provinsi Maluku yang kita cintai ini masih tertatih-tatih menjemput kemajuan dan kesejahteraan rakyatÂnya,â ujarnya
Itulah mengapa, lanjut gubernur, sejak awal dia bersama wakil gubernur telah menyusun berbagai agenda perubahan yang disebut sebagai Sapta Cita Lawamena, dalam memimpin Maluku ke depan.
âSapta Cipta Lawamena adalah sebuah pilihan diksi yang mengÂgambarkan spirit dan strategi pemÂbangunan yang menjadi landasan kita semua dalam mewujudkan Maluku yang maju sejahtera dan berkeadilan,â katanya.
Disebutkan tujuan pilihan straÂtegis ini adalah pertama, meningÂkatkan tata kelola pemerintahan pembangunan dan pelayanan masÂyarakat. Kedua, pengentasan kemisÂkinan dan pengurangan tingkat pengangguran upaya yang dilakuÂkan dengan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan mendorong invesÂtasi yang berpihak pada kepentiÂngan rakyat Maluku.
Ketiga, masalah pendidikan yang dialami sampai saat ini distribusi tenaga pengajar yang tidak merata di pulau-pulau, harus dapat diseÂlesaikan. Keempat, meningkatkan kualitas infrastruktur. Sadar betul bahwa daerah kepulauan oleh karena itu harus merawat ekosistem untuk diwariskan kepada generasi Maluku di masa mendatang.
Kelima, pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan akan memperkuat sektor UMKM, memÂbuka aksesibilitas pasar serta mengÂurangi disparitas pembangunan antar wilayah agar pertumbuhan ekoÂnomi dirasakan oleh seluruh masyarakat di Maluku baik, yang tinggal di kota-kota hingga yang berada di pelosok-pelosok desa.
Keenam, pemerataan dan kapitaÂlisasi lembaga sosial kemasyaraÂkatan juga menjadi pusat pada fokus perhatiannya, dalam semangat hidup orang basudara kita harus memperkuat peran adat dan kearifan lokal dalam menjaga harmoni sosial serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Gubernur percaya dengan semangat kebersamaan kerja keras dan komitmen yang kuat maka kita semua dapat membawa Maluku keluar dari kemiskinan dan menuju masa depan yang lebih sejahtera.
âKarena itu mari katong semua bersatu bahu membahu dan bergandengan tangan untuk bersama kalesang membangun Maluku yang lebih baik, demi kesejahteraan seluruh rakyat dan kejayaan daerah kita tercinta,â pintanya.
Gubernur menambahkan, musim kampanye dan kompetisi politik telah usai tidak ada lagi pendukung dan bukan pendukung pasangan calon, semuanya telah melebur dalam semangat ke Malukuan. âSaatnya semua pemimpin dan rakyat bergandengan tangan dan bekerja bersama-sama satu hati dan satu tujuan untuk memajukan Maluku yang kita cintai ini,â harapnya.
Di akhir pidatonya, Gubernur Lewerissa memohon doa dari segenap rakyat Maluku agar semua niat baik semua program dan kebijakan yang kita arahkan untuk kemajuan Maluku senantiasa mendapatkan ridho dan karunia Tuhan yang Maha Kuasa.
Dalam pidato perdana gubernur yang dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun didampingi tiga wakil ketua, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Forkompimda, sekda Maluku, sejumlah Bupati dan Wakil Bupati.
Tak Perlu Menjilat
Sebelumnya, Gubernur Lewerissa meminta aparatur sipil negara yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, untuk tidak âperlu cari muka dan menjilatâ jika ingin mendapatkan jabatan.
Penegasan ini disampaikan Gubernur, saat memberi arahan kepada ASN Pemprov Maluku yang di Auditorium Unpatti, Rabu (5/3) pagi.
Gubernur menegaskan, pengisian birokrasi ke depannya akan menerapkan sistem meritokrasi dalam pemerintahan, artinya tidak ada suka atau tidak suka dalam pengisian jabatan di Maluku.
âSaya dan wakil gubernur sudah berkomitmen untuk tata kelola pemerintahan provinsi di seluruh jenjang, akan menerapkan sistem meritokrasi. Tidak boleh ada lagi suka atau tidak suka dalam pengisian jabatan di Pemprov Maluku,â tegas gubernur.
Menurut gubernur, seluruh ASN diberikan kesempatan yang sama untuk maju dan bagi yang berprestasi, wajib diberikan pengakuan dan penghargaan.
Menurutnya, pengisian jabatan birokrasi akan menggunakan pendekatan kompetensi dan kapasitas intelektual, serta karakter dari ASN. Untuk itu, ASN tidak perlu memuji-muji gubernur maupun wakil gubernur dengan tujuan tertentu.
âJangan ada upaya untuk memuja-muji gubernur atau wakil gubernur. Jangan entertain kami, jangan memuja kami dengan puja-puji yang tidak penting bagi kami, apalagi cenderung âmenjilatâ tidak perlu,â tegas gubernur.
Mampu Bawa Perubahan
Anggota DPD dapil Maluku, Bisri Asshidiq Latuconsina optimis pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath akan membawa perubahan positif bagi Maluku.
Hal itu diungkapkan Latuconsina di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kepada sejumlah wartawan usai paripurna pidato politik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, periode 2025-2030, Rabu (5/3).
âTentu sebagaimana yang disampaikan, ada banyak kendala dan keterbatasan. Namun sebagai anak Maluku, saya perlu menyampaikan rasa optimisme saya yang luar biasa atas semangat kolaborasi kedua anak adat (Gubernur-Wakil Gubernur) untuk memajukan Maluku,â ungkap Latuconsina
Kata dia, keinginan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk menjalankan pola meritokrasi dalam sistem birokrasi pemerintahannya merupakan pondasi yang bagus untuk pembangunan Maluku, sebab, birokrasi adalah elemen paling utama pemerintah dalam mengejawantahkan visi-misinya.
Mantan Ketua KNPI Provinsi Maluku ini juga menekankan tekad mereka yang ada di parlemen senayan untuk siap berkolaborasi membantu pemerintahan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath memajukan Maluku sebagaimana harapan Gubernur Maluku yang disampaikan dalam pidato perdananya. (S-26/S-20)