SIWALIMA.id > Berita
Headline , Politik | Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 12:54 WIT
Massa Ngamuk, Kantor DPD Partai Golkar Diobrak-abrik

AMBON, Siwalimanews – Kisruh internal Partai Golkar Maluku yang dipicu oleh proses pergantian antar waktu (PAW) almar­hum Rasyad Effendi La­tuconsina, dan pemecatan Azis Mahulette berujung ricuh.

Kantor DPD Partai Gol­kar Maluku di kawasan Ka­rang Panjang, Keca­matan Sirimau, Kota Ambon diobrak-abrik seke­lompok pemuda, kaca jen­dela dipecahkan, bah­kan beberapa kursi di­banting diatas meja.

Peristiwa ini terjadi, Ka­mis (9/10) sekitar pukul 15.30 WIT, saat para pe­ngurus DPD tengah me­lakukan rapat internal.

Sekelompok massa ini diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang, menda­tangi Kantor DPD Golkar Maluku menggunakan kendaraan roda dua dan mobil, kemudian masuk ke area kantor.

Sempat terjadi adu mulut antara massa dengan sejumlah pengurus DPD Partai Golkar,

Ridwan Marasabessy yang berada di lokasi sempat menyambut kedatangan kelompok tersebut di depan kantor.

“Saya tanya mau apa, lalu salah satu anak muda bilang mau ketemu Ketua dan Sekretaris. Setelah dicek, ternyata itu anaknya Pak Azis Mahulette,” ungkap Ridwan kepada Siwalima di Kantor DPD.

Ia menuturkan, saat diberitahu bahwa Ketua, Sekretaris dan Bendahara sedang berada di Jakarta untuk urusan partai, massa justru menolak dan mulai bertindak agresif.

“Saya bilang kalau seng bisa ketemu, ya pulang dolo. Tapi dorang bilang seng bisa, lalu mulai dorong, ancam, dan pukul-pukul kaca sampai pecah,” jelasnya.

Dalam insiden itu, massa juga meneriakkan kalimat bernada emosi terkait pemecatan Azis Mahulette.

“Dorang sempat teriak ‘kamong tar tahu diri, seng tahu katong ini kasi tiga ribu suara untuk kemenangan Golkar, kenapa pecat Pak Azis!’ Jadi jelas, kejadian ini berkaitan dengan persoalan itu,” tegas Ridwan.

Ia menambahkan, meski terjadi kerusakan di kantor, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Kita bersyukur tidak ada yang cedera. Setelah kejadian, kita langsung laporkan ke Polda Maluku lewat bidang hukum DPD,” ujarnya.

Dari sekitar 50 orang yang datang, Ridwan mengaku hanya mengenal satu orang, yakni anak dari Azis Mahulette.

“Itu juga baru saya tahu setelah diberitahu,” tambahnya.

Polisi Olah TKP

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kompol Androyuan Elim yang memimpin langsung proses penanganan di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar Kantor DPD Golkar Maluku.

“Kita sudah turun ke TKP dan memasang police line di seputaran kantor. Satu jam lalu pengurus DPD I sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Maluku,” ungkap Kompol Elim kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Polda Maluku.

“Untuk sementara kita tunggu hasil penyelidikan dari Polda. Ada beberapa saksi yang sudah diperiksa, termasuk rekaman kejadian yang juga telah dibawa ke Polda untuk dilengkapi,” jelasnya.

Pantauan Siwalima di Kantor DPD Golkar terlihat sejumlah kaca pada bangunan tersebut pecah dan terlihat kaca-kacanya berserahkan di lantai.

Insiden ini terjadi, diduga kuat ada kaitannya dengan rencana PAW terhadap almarhum Rasyad Effendi Latuconsina kepada Ridwan Marasabessy yang kini sedang dalam proses oleh DPD Golkar Maluku.

“Saat itu kami sedang bahas soal PAW, tiba-tiba mereka datang dan langsung merusak fasilitas di kantor,” ungkap salah satu pengurus DPD Golkar Maluku kepada wartawan usai kejadian.

Seorang pengurus perempuan juga membenarkan peristiwa tersebut. “Dong banyak sekali yang datang, mereka pakai motor dan mobil,” ungkap pengurus Golkar itu. (S-26)

BERITA TERKAIT