AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku, HenÂdrik LeweÂriÂssa memastiÂkan, dalam waktu deÂkat akan segera meÂÂrombak biroÂkrasi di lingÂkup PemeÂrintah ProÂvinsi Maluku.
Pasalnya, pasca enam bulan dilantik sebagai Gubernur MaÂluku oleh Presiden PraÂbowo Subianto, Hendrik LeweÂrissa teÂlah mengÂantongi sejumlah nama yang bakal diroÂtasi untuk menduduki jabaÂtan baru.
Gubernur mengaku tidak lama lagi, dirinya akan segera melakukan perombaÂkan birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku, baik yang berstatus eselon IV, eselon III maupun eselon II.
âDalam waktu dekat tunggu saja,â tegas Gubernur kepada warÂtawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Selasa (19/8) merespon permintaan sejumlah pihak agar dilakukan perombakan birokrasi.
Menurut Gubernur perombakan birokrasi merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindari dan pasti dilakukan guna memaksiÂmalkan kinerja pemerintahan sesuai dengan prinsip meritokrasi.
Artinya, siapapun ASN di lingkungan Provinsi Maluku yang nantinya ditempatkan pada posisi baru, sudah pasti dinilai memiliki kemampuan untuk menduduk jabatan tersebut.
Ditanyakan terkait kapan peromÂbakan birokrasi dilakukan, GuberÂnur enggan berkomentar sambil meminta masyarakat untuk berÂsabar, sebab akan ada waktunya perombakan birokrasi dilakukan.
âSoal waktu kapan perombakan itu saya minta masyarakat untuk bersabar saja, tapi pasti saya akan rombak,â tegas Gubernur sambil berjalan menuju ruang ketua DPRD Maluku.
Sementara itu sumber Siwalima di Kantor Gubernur mengungÂkapkan, jika Gubernur Maluku telah menyiapkan SK pelantikan pejabat khususnya eselon III dan IV.
âSejak Minggu lalu, pak gubernur sudah memanggil Kepala BKD dan Kabid Mutasi untuk menyiapÂkan SK untuk pejabat eselon III dan IV,â ungÂkap sumber yang meminta namanya tidak dipublis, Selasa (19/8).
Sumber ini membeberkan renÂcana pelantikan pejabat eselon III dan IV awalannya diagendakan pada, Rabu (20/8) besok, tetapi jadÂwal tersebut pasti bergeser lanÂtaran ada beberapa pertimbangan.
âInformasi besok pak gubernur akan lantik untuk eselon III dan IV tapi nanti liat saja besok,â tandas sumber.
Rombak Birokrasi
Sebelumnya, akademisi Fisip Unpatti, Victor Ruhunlela mendoÂrong gubernur untuk segera meÂrombak birokrasi. Kata dia, perombakan birokrasi merupakan salah satu momen yang sedang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Dikatakan, Gubernur Hendrik Lewerissa memang sementara tidak seperti dengan beberapa Gubernur lain yang lebih cepat untuk bertindak dan melakukan perombakan terhadap birokrasi.
âKita tahu persis bahwa peromÂbakan birokrasi ini menjadi isu yang dinantikan oleh masyarakat agar terjadi progres yang diperÂlihatkan oleh gubernur. Tapi mungÂkin ada hal lain yang dipertimÂbangkan oleh gubernur,â ungkap RuÂhunlela kepada Siwalima melaÂlui telelpon selulernya, Senin (18/8).
Dikatakan, hanya Gubernur yang mengetahui alasan belum dilakuÂkan perombangan birokrasi, naÂmun bisa saja Gubernur masih memÂpelajari figur-figur yang terbaik.
Disisi lain, Gubernur terlihat berhati-hati dalam memilih calon pejabat, mengingat persoalan penempatan Plt beberapa kadis lalu yang mendapatkan sorotan dari masyarakat.
Menurutnya masa jabatan lima tahun yang dimiliki terlalu singkat. Artinya Gubernur membutuhkan orang-orang yang memang mamÂpu menerjemahkan visi dan misi agar dapat tercapai.
Segera Rombak
Sementara itu, akademisi Fisip UKIM Amelia Tahitu juga mendesak gubernur agar tegas dalam memanggil kebijakan terkait perombakan birokrasi.
Tahitu mengungkapkan berdaÂsarÂkan aturan sesungguhnya perombakan birokrasi sudah dapat dilakukan sejak beberapa waktu lalu, tetapi mungkin saja gubernur menunggu waktu yang tepat.
âMasyarakat bertanya kenapa belum rombak birokrasi apalagi ini sudah enam bulan mestinya suÂdah dilakukan perombakan,â ujar Tahitu.
Perombakan birokrasi yang cepat kata Tahitu akan mendorong percepatan mesin pemerintahan dalam bekerja sama mengimpleÂmentasikan janji-janji gubernur.
Pasalnya, para pejabat eselon II saat ini menjabat tentu bekerja tidak sepenuh hati karena berpikir nasib ketika akan dimutasi ke jabatan lain. âUntuk mencegah para pimpinan OPD bekerja tidak maksimal, maka harus dilakukan perombakan birokrasi agar para pejabat nanti dapat bekerja dengan baik,â tegas Tahitu.(S-20)