AMBON, Siwalimanews – Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala memberikan apreÂsiasi atas terlaksananya misi dagang dan inÂvesÂtasi melalui penanÂdatanganan perjanjian kerja sama antara PeÂmerintah Provinsi Jawa Timur dengan Maluku.
âKami menyambut baik kehadiran misi dagang dari Pemprov Jawa Timur bersama pihak swasta yang datang unÂtuk melakukan tranÂsaksi dagang dengan Pemprov Maluku, â kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Azis Sangkala kepada wartawan di Ambon, Kamis (24/4)
Misi dagang dan investasi antara Pemprov Jatim bersama Maluku telah bergulir sejak 2 Desember 2021. Perdagangan antara kedua belah pihak meliputi bidang periÂkanan, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, termasuk UMKM dan pendidikan.
Perjanjian kerja sama tak hanya dilakukan antara jajaran Pemprov Jatim dan Maluku tetapi juga melibatkan para pengusaha dari kedua daerah.
âAlhamdulillah tadi Ibu Gubernur Jawa Timur menyampaikan dari data Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur hasil transaksi bisnis tadi oleh para pengusaha sebesar 400 miliar lebih,â ungkapnya.
Sangkala mengaku hasil tranÂsaksi yang tercapai ratusan miliar rupiah tersebut akan sangat berdampak pada menggeliatnya pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Maluku.
âTentu ini sangat baik karena pasti akan sangat berdampak pada bergeliatnya ekonomi di kedua daerah, jadi ada barang-barang yang pebisnis Jawa Timur butuhkan di Maluku dan juga ada barang-barang yang pebisnis kita di Maluku butuhkan dan harus dibeli di Jawa Timur,â sebutnya.
Anggota DPRD Maluku dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga berharap, kerja sama yang dibangun tidak hanya tertuang di atas kertas namun terus direalisasi untuk peningkatan perekonomian.
âSebagaimana yang tadi digaris bawahi oleh pak Gubernur terkait adanya kerja sama antar pemeÂrintah provinsi yang diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan yang tertuang atau ditandatangani di atas kertas saja, tetapi harus terus dievaluasi, dimonitoring sehingga implementasi dari pada kerja sama itu berdampak sigÂnifikan dalam upaya untuk peÂningkatan pertumbuhan ekonomi kita, itu yang kita harapkan di masa-masa yang akan datang,â pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga pukul 13.50 WIT, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku total transaksi jual beli yang dihasilkan mencapai Rp450.686.014.000. Jumlah ini masih akan bertambah mengingat sejumlah produk belum tercatatkan. (S-26)