AMBON, Siwalimanews – Musda X Partai Golkar Maluku telah memutuskan menÂcaÂlonkan KoordiÂnator Partai Golkar Wilayah Indonesia Timur, Hamzah Sangadji sebagai Gubernur Maluku periode 2024-2029. Namun Akademisi FISIP Unpatti, Said Lestahulu menilai, dinamika politik masih berkembang jauh, sehingga keÂpuÂtusan politik bisa berubah.
Pilkada guberÂnur empat tahun lagi baru digelar, seÂhingga bukan tidak mungkin dalam perjalanan ada langkah lain yang diambil berdasarkan perkembangan politik, dan pertimbangan aspek lainnya.
âSetiap partai pasti punya target yang diputuskan dalam sebuah keÂputusan politik. Jika ada keputusan seperti ini, saya kira itu kewenangan dari Musda itu. Jadi sebagai orang awam tentu itu sah-sah saja, tetapi harus disadari bahwa dinamika poÂlitik masih berkembang jauh karena masih cukup lama yakni empat tahun lagi,â kata Lestaluhu, kepada Siwalima, melalui telepon selulerÂnya, Senin (9/3).
Kata Lestaluhu, bisa saja dalam perjalanan ada langkah-langkah yang diambil Golkar berdasarkan perkemÂbangan situasi dan kondisi.
Menurutnya, keputusan musda mencalonkan Hamzah Sangadji baÂgian dari wacana Partai Golkar untuk mendapatkan respons masyarakat.
âSaya melihat ini bagian dari wacana yang dilakukan oleh Partai Golkar karena politik itu sifatnya dinamis tidak statis, sehingga tentunya ada perubahan-perubahan sejalan dengan kondisi. Kami melihat sepertinya ini wacana yang sengaja dimainkan untuk mengetahui reaksi publik dan sebagainya. Ini sebuah upaya untuk membangun isu dan wacana sehingga respons kedepannya seperti apa,â ujarnya.
Lestalahu mengatakan, pencalonan Hamzah Sangadji tak terlepas dari dukungan pengurus DPD Golkar kabupaten dan kota terhadap Ramly Umasugi untuk memimpin Golkar Maluku.
âMemang beliau cukup senior di Golkar dan jika dilihat dari peta politik dukungan dengan kecenderungan kepemimpinan Ramly Umasugi yang menguasai DPD-DPD maka tentunya dengan dukungan suara yang signifikan maka sebuah keyakinan bagi ereka untuk mencalonkan Hamzah Sangadji,â katanya.
Namun Lestalahu kembali mengatakan, politk selalu dinamis, sehingga sebuah keputusan politik bisa berubah. Apalagi waktunya masih sangat panjang.
Sementara Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Ramly Umasugi yang dikonfirmasi mengatakan, pencalonan Hamzah Sangadji sebagai gubernur merupakan keputusan bersama para pemilik hak suara saat Musda Golkar Maluku.
âItu namanya keputusan politik yang dibuat oleh teman-teman, tentunya waktunya masih sangat panjang. Ya kita berproses dululah,â ujarnya singkat.
Calonkan Hamzah
Seperti diberitakan, Pilkada Gubernur Maluku baru akan berlangsung pada tahun 2024, namun Golkar sudah mencalonkan Hamzah Sangadji sebagai calon gubernur.
Pencalonan Koordinator Golkar Wilayah Indonesia Timur ini, sebagai Gubernur Maluku periode 2024-2029 direkomendasikan Dalam Musda X Partai Golkar Maluku di The Natsepa Hotel, Sabtu (7/3).
Rekomendasi tersebut dibacakan Ketua DPD II Golkar Kota Tual, Yunus Serang mewakili ketua-ketua dan sekretaris DPD. Ada enam poin rekomendasi. Pencalonan Hamzah berada pada poin kedua.
âDua, merekomendasikan Korwil Maluku, Bapak Hamzah Sangadji sebagai calon Gubernur Maluku periode 2024-2029,â sebut mantan Wakil Bupati Malra ini disambut aplaus seluruh peserta Musda.
Sementara rekomendasi poin pertama, mengusulkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden RI periode 2024-2029. Kemudian poin, ketiga, mengusulkan Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Richard Louhenapessy sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Maluku periode 2020-2025. Kemudian poin lainnya, mengusulkan Ramly Ibrahim Umasugi untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku periode 2020-2025.
Usai membacakan, rekomendasi tersebut diserahkan kepada pimpiÂnan Musda X Partai Golkar yang diketuai Wakil Sekjen Derek LouÂpatty (unsur DPP) didampingi Lessy Siahay selaku Sekretaris (unsur DPD I) didampingi anggota Frans PuriÂmahua dan Zainudin Booy (unsur DPD II) serta Ismed Layn (unsur organisasi sayap). (S-16)