AMBON, Siwalimanews –Â Sembilan Dewan PimÂpinan Cabang Partai HaÂnura menolak Barnabas Orno sebagai Ketua DPDÂ Hanura Maluku.
Aksi penolakan itu diÂlakukan 9 DPC Partai HaÂnura dalam musyawarah daerah DPD yang berÂlangÂsung di Pasifik Hotel, Sabtu (30/8) dengan cara walk out dari kegiatan tersebut.
Mereka tidak menerima keputusan DPP Partai Hanura memutuskan manÂtan Wakil Gubernur Maluku itu sebagai Ketua DPD Hanuara Maluku yang dibacakan WasekÂjen, Serfasius Serbaya Manek.
Pasca keputusan dibaÂcakan, Ketua DPC MalÂteng Sulaiman Opier meÂledak. Ia keberatan, dan menolak keputusan DPP.
âTidak bisa. Kami tidak setuju. Kami Menolak. Dia tidak berdarah-darah terhadap partai ini,â teriak Sulaiman.
Senada dengan Sulaiman, SeÂbaÂgian besar peserta menolak hasil keputusan dan SK penetapan ketua terpilih. Meski demikian, WaÂketum Serfasius meminta DPC yang tidak menerima keputusan DPP untuk meninggalkan lokasi Musda.
Sontak sembilan DPC langsung walkout, dan meninggalkan forum Musda. Termasuk salah satu calon Ketua DPD yang adalah Ketua DPC MBD, Erick Angky.
Nampak masih berada di lokasi, selain Barnabas Orno, ada calon lainnya yakni: Sulaiman Layn dan Sulaiman Letsoin. Keduanya terliÂhat berpelukan sambil mengusap air mata dan menerima hasil keputusan DPP Partai Hanura.
Tinggalkan Hanura
Setelah tinggalkan forum Musda, Erick Angky kepada wartawan menyesalkan hasil keputusan DPP, dan menegaskan siap meninggalÂkan Partai Hanura.
Baginya, keputusan DPP sangat bertentangan dengan asas musÂyawarah mufakat, dimana demoÂkrasi harus dijunjung tinggi.
âBeta punya kewajiban moral berdiri di depan saudara-saudara DPC, jika keputusan itu bertentaÂngan dengan hati nurani dari teÂman-teman sekalian,â ungkapnya.
Secara personal, Erick mengaÂku, dirinya dan Barnabas Orno daÂtang dari satu wilayah yang sama yakni MBD, hubungannya baik dengan BNO, bahkan menghorÂmati BNO sebagai orang yang lebih tua.
âNamun keputusan itu, kembaliÂkan kepada teman-teman DPC. Sebab kita lahir dalam semangat yang sama. Bahkan kita telah bertemu untuk menyamakan perÂsepsi bagi kepentingan partai kedepan,â sebutnya.
Ia juga menyentil dinamika partai Hanura yang nilainya sudah muak dan capek.
Erick menegaskan, dirinya telah menyatakan sikap mundur dari Partai Hanura.
âSaya nyatakan mundur. Saya akan tawarkan secupa kekuatan politik di MBD untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Saya pastikan keluar tetapi akan bawa kekuatan politik di MBD untuk Partai Gerindra,â sambungnya.
Ia mengaku, sangat mengagumi Ketua Umum Oesman Sapta Odang. Dan dalam kesempatan ia memegang pernyataan OSO soal moral dan komitmen partai.
âPerlu dicatat, pemimpin itu dihargai jika perkataan dan perÂbuatan selaras. Dan kalau seperti ini, maka saya memilih keluar tinggalkan Hanura,â pungkas Erick.
Harusnya ada empat rekomenÂdasi, sehingga memberi ruang kepada DPC untuk memilih siapa yang layak memimpin Hanura Maluku periode 2025â2029, bukan DPP menggunakan cara seperti ini,â tegas Ketua DPC Hanura Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Hendrik Kuserin.
Ia menilai sikap DPP tidak mencerminkan semangat musyaÂwaÂrah mufakat sebagai prinsip partai, bahkan terkesan ada rekaÂyasa dalam proses penetapan calon.
âDemokrasi itu mufakat, bukan satu rekomendasi saja. Kami tidak menuntut apa-apa, hanya menuntut dihargai sebagai pemilik suara. Hak suara DPC jangan dihilangkan,â tambahnya.
Senada, Ketua DPC Hanura Maluku Tengah, Solaiman Opier, menyebut keputusan DPP menyaÂlahi prosedur.
Ia mengungkapkan, dalam veriÂfikasi administrasi sebenarnya ada empat nama calon yang diajukan ke pusat. Namun, yang dibacakan diarena Musda hanya satu nama.
Bahkan tanda tangan yang terÂcantum bukan milik Ketua Umum, tapi Ketua OKK. Kami merasa dibohongi,â ujarnya.
Menurutnya, langkah DPP yang mengabaikan hak suara DPC sama saja dengan mengusir peÂngurus cabang dari rumah sendiri. Karena itu, sembilan DPC berseÂpakat menempuh jalur hukum partai
Terpilih
Barnabas Nathaniel Orno resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Maluku periode 2025â2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV yang berlangÂsung di Pacific Hotel, Ambon, Sabtu (30/8).
Dalam keterangannya, BarnaÂbas menyatakan seluruh kandidat yang maju pada Musda merupakan kader terbaik. Namun, sesuai meÂkanisme organisasi, partai memÂbuÂtuhkan satu pemimpin untuk menahkodai roda organisasi ke depan.
âEmpat orang yang mengajukan berkas semuanya baik. Perbedaan itu biasa dalam dinamika politik. DPP sudah menetapkan platform, dan keputusan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029,â kata Barnabas.
Barnabas juga menegaskan komitmen Hanura Maluku untuk mendukung program-program pemerintah pusat maupun daerah sepanjang berpihak kepada rakyat.
Ia menambahkan, partai tetap bersikap kritis terhadap kebijakan yang hanya bersifat proyek dan tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
âKalau programnya benar-benar untuk kepentingan rakyat, Hanura akan mendukung sepenuhnya. Namun jika hanya proyek yang tidak pro-rakyat, tentu kami akan kritisi sekaligus memberikan solusi,â ujarnya.
Kolektif
Wakil Sekretaris Jenderal Kajian Strategis DPP Hanura, Serafius Serbaya Manek, menyampaikan keputusan Musda merupakan hasil kolektif yang harus dijalankan semua kader.
Menurutnya, seluruh kandidat yang maju adalah kader terbaik, namun partai membutuhkan satu nakhoda untuk memimpin orgaÂnisasi.
Dengan terpilihnya Barnabas Orno, Hanura Maluku diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal dan meningkatkan kontribusi politik bagi masyarakat, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. (S-26)