AMBON, Siwalima.id - Jemmy Leonard Matapere (51), warga Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah meninggal dunia, lantaran tertimpa pohon tumbang di kawasan Kapaha, Senin (14/9).
Pohon beringin yang tumbang bersamaan dengan robohnya tembok bangunan itu terjadi di kawasan eks Hotel Monalisa, Kelurahan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Jane Luhukay menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.05 WIT, dimana pohon beringin yang tumbuh diatas tembok bangunan eks Hotel Monalisa tiba-tiba tumbang.
“Bersamaan dengan itu tumbangnya pohon, tembok bangunan ikut roboh dan menimpa korban yang berada di sekitar lokasi,” jelas Ipda Jane kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Senin (14/9).
Menurut Ipda Jane, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, awalnya mendapat informasi dari warga untuk melakukan pemotongan pohon yang tumbang.
Namun, ketika tiba di lokasi dan hendak melakukan penanganan, petugas justru mendapati korban telah tertimpa batang dan dahan pohon.
“Petugas Damkar dihubungi warga sekitar TKP guna memotong pohon yang tumbang. Saat hendak memotong pohon, saksi melihat korban sementara tertimpa batang pohon,” ucap Luhukay.
Petugas Damkar bersama warga kata Ipda Jane, kemudian berupaya mengevakuasi korban dari bawah timbunan batang dan dahan pohon. Korban selanjutnya dibawa ke rumah warga sekitar.
Saksi lainnya, Mirna Harun (32), warga Kapaha, eks Hotel Monalisa mengaku, mendengar suara benturan sangat keras dari arah luar rumah sekitar pukul 11.05 WIT.
Mirna yang saat itu sedang memasak langsung menanyakan suara tersebut kepada anaknya, Najwa. Anak Mirna kemudian keluar rumah dan melihat pohon beringin yang tumbuh di atas tembok eks bangunan Hotel Monalisa telah tumbang.
Pohon tersebut roboh bersamaan dengan tembok bangunan. Beberapa saat kemudian, warga mendengar teriakan bahwa terdapat seseorang yang tertimpa pohon.
Sekitar pukul 11.20 WIT, personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Pandan Kasturi bersama petugas Damkar Kota Ambon tiba di lokasi. Mereka bersama warga langsung melakukan pemotongan dahan dan ranting pohon untuk mengevakuasi korban. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
“Korban dibawa ke ruang jenazah RS Bhayangkara Tantui Ambon menggunakan mobil ambulans milik Masjid Jami’al Ukhuwah Kapaha untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” beber Ipda Jane.
Hasil visum luar yang dilakukan dokter Agatha Aprilia Kilikiky lanjut Ipda Jane, menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain luka lecet pada telapak kaki kanan bagian atas berukuran 7×5 senti meter serta luka lecet pada bagian atas kepala berukuran 3×3 sentimeter.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat benturan benda keras. Namun letak atau posisi benturan belum dapat diketahui karena dokter hanya melakukan visum luar,” jelas Ipda Jane.
Polisi saat ini kata Ipda Jane, telah turun ke lokasi kejadian dan melakukan proses evakuasi serta penanganan awal. Pihak keluarga juga telah diarahkan untuk membuat surat penolakan autopsi.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan, korban selama ini tinggal seorang diri di sekitar kompleks pemakaman Taman Bahagia.
“Setelah proses penanganan selesai, pihak keluarga mengambil jenazah korban untuk dipulangkan ke rumah duka di kawasan OSM, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, untuk disemayamkan,” pungkas Ipda Jane.(S-10)