SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 26 Oktober 2026 pukul 14:10 WIT
Gubernur Akui Kontribusi GPM Ciptakan SDM Unggul

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa me­ngaku kontribusi Gereja Protestan Maluku (GPM) sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Hal ini disampaikan gubernur saat membuka Sidang ke 46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode GPM yang berlangsung di Jemaat Tual, Klasis Kei Kecil dan Kota Tual, Minggu (25/10).

Persidangan MPL kata Gubernur merupakan agenda penting bagi Sinode GPM sebagai forum yang bertugas melakukan evaluasi terha­dap seluruh perjalanan pelayanan, membacakan perubahan zaman sekaligus merumuskan langkah ber­sama agar kehadiran gereja semakin nyata ditengah pergumulan umat.

Dijelaskan tema persidangan MPL ke 46 tahun 2026 yakni “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” de­ngan sub tema “Hadirkanlah Kasih Kristus Dalam Keluarga dan Mas­yarakat” tentu mengandung pesan yang sangat mendalam.

“Sub tema persidangan MPL ini sangat relevan dengan realitas ke­hidupan masa kini dimana keluarga dan masyarakat merupakan ruang pertama tempat kasih, kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan harus diwujud nyatakan,” ucap Gubernur.

Menurutnya ketika berbicara ten­tang kehidupan keluarga dan mas­yarakat di Maluku tentu pemerintah dan gereja sedang berhadapan de­ngan problematika yang sama.

Pemerintah hadir melalui kebijakan program pembangunan dan pelaya­nan masyarakat sementara gereja bertangungjawab dalam penguatan iman, pembinaan spritualitas serta nilai-nilai kasih yang menguatkan kehidupan umat.

Karena itu pemerintah dan gereja perlu membangun kebersamaan yang saling mendengar, saling meng­utamakan dan bekerja sama demi kehidupan umat yang lebih baik.

Lebih lanjut Gubernur mengata­kan, realitas saat ini menunjukan bahwa tantangan yang dihadapi keluarga dan masyarakat sekarang semakin kompleks dimana generasi muda Maluku tumbuh ditengah perubahan zaman yang begitu cepat dengan persoalan media sosial, judi online, narkoba, minum keras mau­pun pergaulan bebas yang beresiko.

Bahkan banyak keluarga kristen saat ini juga masih terbelenggu dengan persoalan kemiskinan, tingkat pengangguran, kekerasan dalam rumah tangga hingga angka perceraian yang cukup tinggi.

“Ini semua bukan persoalan yang dapat diselesaikan oleh pemerintah saja atau sebaliknya diserahkan kepada gereja dan keluarga saja tapi ini problem bersama. Kita perlu berjalan bersama membangun si­nergi kolaborasi,” tegasnya.

Gubernur menegaskan jika kerja sama dibangun dari pusat kepemimpinan sampai pada tingkat jemaat, desa, negeri dan ohoi maka akan menjadi kekuatan yang lebih besar untuk menjaga keluarga dan menyiapkan generasi Maluku menghadapi masa depan.

Karena itu, sidang 46 MPL Sinode GPM tidak hanya menjadi ruang untuk mengevaluasi pelayanan dan merumuskan keputusan organisasi, tetapi menjadi kesempatan untuk lebih bersungguh-sungguh memperkuat pola pelayanan GPM yang berakar pada kasih, iman dan pengharapan sebagaimana yang tertuang dalam konsep pelayanan yang terus disuarakan GPM yakni eklesia domestika.

Apalagi GPM sedang berjalan menuju satu abad pelayanannya tentu ini melebihi sebuah perja­lanan waktu tapi ini momentum penting memperkuat kontribusi gereja bagi kehidupan bersama.

“Saya pastikan pemprov Maluku selalu terbuka untuk terus terbuka membangun kemitraan dengan GPM,” tegasnya.

Politisi Gerindra Maluku ini menegaskan pembangunan Maluku harus berjalan seiring dengan upaya merawat persaudaraan dan memperkuat solidaritas antar masyarakat.

Ia sangat percaya GPM akan terus menjadi mitra pemerintah dalam merawat kerukunan antar umat beragama, mencegah konflik sosial memperkuat kepedulian terhadap kelompok rentan terma­suk menggerakkan masyarakat dalam menjaga laut hutan dan lingkungan hidup.(S-20)

BERITA TERKAIT