DOBO, Siwalima.id - Setelah melantik 49 kepala Sekolah Dasar, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, minta agar pengelolaan dana BOS dikelola dengan baik dan bijak.
Untuk itu para kepsek yang dilantik, baik yang baru maupun yang melanjutkan tugas, harus memahami tantangan geografis Kepulauan Aru yang luas dengan rentang kendali yang jauh.
“Pelantikan bapak ibu bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting memperbaiki kualitas pendidikan,” kata Kaidel dalam sambutan di acara pelantikan yang berlangsung di kantor BPKAD Aru, Jumat (23/10).
Kaidel menyebut persoalan pendidikan di Aru menjadi perha-tian serius pemerintah daerah.
Olehnya, pelantikan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Dengan wilayah geografis yang luas, kondisi ini membuat pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan tidak mudah dilakukan.
Namun, keterbatasan geografis ujar Kaidel tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Guna mengatasi lemahnya pengawasan, Pemkab Aru telah membentuk tim terpadu gabungan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan, agar aparatur benar-benar menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
“Mulai besok, kita akan melakukan evaluasi terhadap kinerja bapak dan ibu semua. Evaluasi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memastikan setiap orang menjalankan tugas sesuai aturan,” tegasnya.
Selain itu, dirinya meminta kepada para kepala sekolah yang baru dilantik untuk dapat mengelola dengan baik Dana BOS.
“Saya ingin menegaskan sekali lagi Dana BOS bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk memperkaya diri sendiri, melainkan untuk mendukung pelayanan pendidikan dan kebutuhan operasional sekolah masing-masing,” ujarnya.
Olehnya itu, pengelolaan harus dilakukan secara transparan, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. “Berdasarkan data temuan pemeriksaan tahun 2025, terdapat persoalan serius terkait pertanggungjawaban Dana BOS, yang disebut mencapai 98 persen.
“Ini harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh terulang kembali,” pintanya.
Selain itu dirinya meminta agar para guru dapat hadir tepat waktu di sekolah karena disiplin adalah hal mendasar serta meminta para kepala sekolah peningkatan kualitas dan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Guru juga harus terus belajar karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat sehingga harus berusaha berada selangkah di depan peserta didik. Ke depan, lanjutnya, setiap Hari Pendidikan akan ada reward bagi guru berprestasi, berdisiplin dan berdedikasi tinggi, serta evaluasi terbuka bagi yang tidak menjalankan tugas.(S-11)