AMBON, Siwalima.id - Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta mengajak masyarakat menjadikan Maluku Bermazmur sebagai momentum mempererat persaudaraan, merawat kerukunan dan meneguhkan perdamaian di tengah keberagaman.
Pesan itu disampaikan Ely saat membacakan sambutan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena ketika pembukaan Maluku Bermazmur di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Kamis (22/10).
Ribuan umat menghadiri kegiatan pujian dan penyembahan yang mengusung tema The God of Wonders atau Allah yang Menghadirkan Keajaiban.
Sejumlah pemimpin rohani dari luar negeri turut hadir, di antaranya dari Belanda, Spanyol, Filipina, Inggris, Peru, dan Nigeria.
Salah satu tokoh yang hadir adalah pendeta senior asal Nigeria, Paul Enenche juga sebagai pendiri Dunamis International Gospel Centre, bersama istrinya, Becky Paul-Enenche dan tim pelayanan mereka.
Dalam sambutan, walikota menyampaikan apresiasi panitia yang bekerja sama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG-LKKI) provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku.
Menurutnya, Maluku Bermazmur tidak semestinya berhenti sebagai perayaan keagamaan.
Kegiatan ini perlu menjadi ruang bersama untuk mempererat hubungan antar masyarakat sekaligus menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sosial.
“Pelaksanaan Maluku Bermazmur ini bukan hanya sekadar acara puji-pujian semata, tetapi merupakan gerakan rohani untuk mempersatukan kita,” jelas walikota.
Dirinya berharap, semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tercermin dalam sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama, tanpa membedakan latar belakang agama maupun sosial.
Pada kesempatan itu juga walikota menyoroti kesempatan yang terbuka bagi Kota Ambon untuk memperkenalkan identitas dan kearifan lokal kepada masyarakat internasional melalui Maluku Bermazmur.
Menurut dia, siaran langsung kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperlihatkan kehidupan masyarakat Ambon yang terbuka dan mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Saya berharap melalui live streaming Maluku Bermazmur, dunia dapat melihat Ambon sebagai kota bermazmur, bukan hanya melalui lagu, tetapi juga melalui kerukunan dalam kehidupan setiap hari,” ujarnya.
Bagi dia, citra kota yang damai tidak cukup dibangun melalui slogan atau kegiatan seremonial.
Kerukunan harus tampak dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap saling menghargai dan kesediaan menjaga hubungan baik di tengah perbedaan.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan Kota Ambon dan Provinsi Maluku agar terhindar dari berbagai marabahaya.
Harapan tersebut disampaikan di tengah kondisi cuaca dan dampak fenomena El Nino yang menjadi perhatian masyarakat.
“Melalui Maluku Bermazmur, saya mengajak seluruh umat Kristen untuk menjadikan pujian dan penyembahan bukan sekadar ekspresi ibadah semata, melainkan juga kekuatan transformasi sosial,” katanya.
Maluku Bermazmur juga diharapkan dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus mendukung upaya moderasi beragama.
Kegiatan ini juga mempertegas posisi Ambon sebagai rumah bersama bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
“Pesan yang dibawa Maluku Bermazmur, pada akhirnya, tidak hanya terdengar melalui lantunan lagu rohani, tetapi juga terwujud dalam kehidupan yang damai dan saling menghormati,” tutupnya.
Dihadiri Ribuan Umat
Ribuan umat dari Kota Ambon dan berbagai daerah di Maluku memadati Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Kamis (22/10), untuk mengikuti pembukaan Maluku Bermazmur.
Kegiatan pujian dan penyembahan berskala internasional ini menghadirkan pemimpin rohani dari berbagai negara. Selain menjadi momentum penguatan iman, kegiatan tersebut juga membawa pesan persatuan, toleransi dan perdamaian bagi masyarakat Maluku.
Pembukaan Maluku Bermazmur 2026 dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, forkopimda, anggota DPRD Maluku, Ketua DPRD Kota Ambon, Wakil Walikota Ambon Elly Toisutta, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, pimpinan sinode gereja, tokoh lintas agama, tokoh adat, akademisi, pemuda, serta masyarakat.
Sejumlah pemimpin rohani internasional dari Belanda, Spanyol, Filipina, Inggris, Peru, hingga Nigeria turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Salah satu tokoh yang menjadi perhatian ialah Paul Enenche, pendeta senior sekaligus pendiri Dunamis International Gospel Centre asal Nigeria. Ia hadir bersama istrinya, Becky Paul-Enenche dan tim pelayanan mereka.
Maluku Bermazmur 2026 secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Elka Anakotta, yang mewakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Anakotta menyampaikan apresiasi kepada panitia, gereja-gereja, lembaga keagamaan, pemerintah daerah, pemimpin umat, kaum muda dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan, karena hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Maluku Bermazmur dengan tema The God of Wonders, Allah yang Menghadirkan Keajaiban,” kata Anakotta di hadapan ribuan umat.
Menurutnya, tema tersebut mengingatkan umat Tuhan terus berkarya dalam kehidupan manusia, termasuk melalui upaya membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kasih di tengah keberagaman.
Ia mengajak umat Kristen menjadikan pujian dan penyembahan bukan sekadar ekspresi ibadah, melainkan juga kekuatan untuk mendorong perubahan sosial.
“Melalui Maluku Bermazmur, saya mengajak seluruh umat Kristen untuk menjadikan pujian dan penyembahan bukan sekadar ekspresi ibadah semata, melainkan juga kekuatan transformasi sosial,” ujarnya.(S-30)