AMBON, Siwalima.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon memastikan perekaman e-KTP hingga 15 Oktober mencapai 96,74 persen.
Angka tersebut mendekati target nasional sebesar 98 persen yang diharapkan dapat dicapai hingga akhir tahun.
Pencapaian ini berbanding terbalik kepemilikan kartu identitas anak baru mencapai 39,97 persen di bulan yang sama dan jauh dari target nasional di 60 persen.
Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Hanny Tamtelahitu mengaku untuk KIA cakupannya baru 39,97 persen. “Kita memang perlu bekerja keras untuk mencapai target nasional 60 persen, tetapi harus didukung ketersediaan blangko,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan, Disdukcapil masih memiliki sekitar 4.000 blangko untuk pencetakan KIA. Namun, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pencetakan sekaligus mengejar target nasional.
Dengan ketersediaan blangko yang ada, cakupan KIA diperkirakan hanya dapat meningkat hingga sekitar 40 sampai 43 persen.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan blangko menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas cakupan kepemilikan KIA di Kota Ambon.
Selain mengejar target perekaman e-KTP dan KIA, Disdukcapil juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Masyarakat saat ini masih cenderung memilih KTP fisik dibandingkan IKD.
“Kondisi tersebut tidak terlepas dari pemahaman masyarakat yang masih terbatas mengenai fungsi dan manfaat identitas kependudukan dalam bentuk digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui aplikasi pada perangkat elektronik. Namun, pemanfaatannya dinilai belum maksimal karena edukasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Sosialisasi yang lebih luas diperlukan agar masyarakat memahami fungsi IKD serta manfaatnya dalam mendukung kemudahan akses layanan administrasi kependudukan.(S-30)