AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon terus berupaya mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakatnya.
Salah satunya dengan menggunakan asisten kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh GMANGO-Aiko Health.
“Sistem ini dapat membantu masyarakat mulai informasi kesehatan, mempermudah konsultasi awal, serta membantu warga mendapatkan arahan mengenai fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan,” jelas Kadis Kominfo Kota Ambon, Ronald Lekransy dalam rilisnya, Jumat (23/10).
Menurut Lekransy, Aiko Health merupakan inovasi layanan kesehatan digital yang dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.
Penerapan teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai instrumen pendukung pelayanan kesehatan, bukan sebagai pengganti tenaga medis.
Karena itu, pemanfaatannya diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi awal secara lebih cepat, sekaligus mendukung keterhubungan antara warga dan fasilitas kesehatan.
Ia mengaku dukungan pemkot terhadap pengembangan Aiko Health telah dimulai melalui pertemuan bersama Walikota, Bodewin Wattimena pada 20 Juni lalu.
Dalam pertemuan itu, tim GMANGO-Aiko Health memaparkan konsep transformasi pelayanan kesehatan digital.
“Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi antara pemerintah daerah dan pengembang teknologi, untuk mengembangkan ekosistem kesehatan digital yang terhubung dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ambon,” tuturnya.
Dirinya mengaku, pengembangan layanan kesehatan digital harus tetap memperhatikan peran dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Lekransy, pembahasan diarahkan pada pengembangan Kota Ambon menuju konsep Healthy City dan Smart City, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pelayanan kesehatan serta memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah upaya membangun keterhubungan antara puskesmas dan rumah sakit, agar masyarakat dapat memperoleh arahan pelayanan secara lebih terstruktur.
“Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mendukung pemerintah dalam memahami kecenderungan kebutuhan kesehatan Masyarakat, melalui pengolahan data agregat dan anonym,” tandasnya.(S-30)