AMBON, Siwalima.id - Seorang penambang emas asal Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, berinisial LSL, diduga menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam jenis parang di kawasan tambang emas Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek 30 sentimeter di bagian belakang bahu kiri. Peristiwa itu terjadi pada, Rabu (4/11) sekitar pukul 16.00 WIT, di area paritan milik warga bernama Mananlosi Nurlatu.
Kasi Humas Polres Buru, Ipda Jaya Permana menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula ketika korban sedang dalam perjalanan menuju lokasi tambang emas Gunung Nona setelah berbelanja.
Setibanya di lokasi, korban melihat seorang pria yang dikenalnya sedang mengejar sejumlah pekerja tambang di area paritan milik Sarmin.
Melihat situasi tersebut, korban kemudian mendekati lokasi dengan maksud mengalihkan perhatian pria tersebut agar para pekerja tambang dapat menyelamatkan diri.
Namun, secara tiba-tiba, pria tersebut mengayunkan parang yang dibawanya ke arah korban hingga mengenai bagian belakang bahu kiri.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian belakang bahu kiri akibat sabetan senjata tajam dengan panjang luka sekitar 30 sentimeter," tulis Ipda Jaya dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Sabtu (7/11).
Setelah terkena sabetan parang, korban langsung berlari menuju tenda milik Syarif Balun alias Pak Guru Sarip untuk menyelamatkan diri. Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan Ronal Saleky dan Nur Yanto.
Selanjutnya, Nur Yanto membantu korban turun dari kawasan tambang emas Gunung Nona menuju Puskesmas Perawatan Mako di Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo, untuk mendapatkan penanganan medis.
“Aparat kepolisian yang menerima laporan itu langsung bergerak melakukan penanganan terhadap kasus tersebut,” tulis Ipda Jaya.
Ia mengaku, Kapolsek Waeapo bersama sejumlah personel telah menjemput dan mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku.
"Kapolsek Waeapo bersama personel telah melakukan penjemputan dan pengamanan terhadap terduga pelaku, Bur Nurlatu alias Buce Nurlatu, di Mapolsek Waeapo untuk penanganan lebih lanjut," ungkap Jaya.
Peristiwa pembacokan ini kembali menyoroti persoalan aktivitas pertambangan emas yang masih berlangsung di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Buru.(S-25)