SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 6 November 2026 pukul 12:39 WIT
Gubernur Dorong Hilirisasi Sagu Maluku Masuk PSN 2027

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mendorong pengembangan dan hilirisasi komoditas sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional tahun 2027.

Dorongan tersebut disampaikan saat gubernur menghadiri Sago Business Forum yang diinisiasi Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (5/11).

Bagi gubernur, langkah ini menjadi penting dalam upaya Pemerintah Provinsi Maluku mengoptimalkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Disamping itu, pengembangan hilirisasi sagu juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi.

Sedangkan pada tingkat daerah, kebijakan ini selaras dengan Sapta Cita ke-6 Pemerintah Provinsi Maluku, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan dan perluasan akses pasar.

"Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku, daerah ini memiliki potensi lahan sagu seluas 36.463 hektare dengan total produksi mencapai 14.123 ton. Potensi ini menempatkan Maluku sebagai salah satu sentra sagu terbesar di Indonesia," tulis gubernur dalam pesan WhatsApp yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (6/11).

Dari potensi yang di Maluku tersebut menurut gubernur, Kabupaten SBT menjadi wilayah dengan potensi sagu terbesar yang mencapai 35.421 hektare atau sekitar 97 persen dari total potensi lahan sagu di Maluku.

Karena itu, menjadi peluang strategis untuk mengembangkan industri pengolahan sagu yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah Provinsi Maluku telah mengusulkan program hilirisasi sagu di Kabupaten SBT ke Kemendagri dan Kementerian PPN/Bappenas," jelas gubernur.

Usulan tersebut kata gubernur, diharapkan dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan nasional dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2027.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Maluku telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penataan dan pengembangan tanaman sagu sebagai pangan unggulan berbasis kearifan lokal, diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti beras, hingga konservasi kawasan hutan sagu secara berkelanjutan.

Selain itu, pemda juga mendorong restrukturisasi pengelolaan kebun sagu melalui pelibatan masyarakat serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha untuk memperkuat pengembangan agroindustri sagu.

"Melalui pengembangan hilirisasi ini, kita berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan tradisional masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi komoditas industri bernilai ekonomi tinggi," harap gubernur.

Gubernur memastikan, program hilirisasi sagu juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(S-20)

BERITA TERKAIT