SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Kamis, 24 September 2026 pukul 15:05 WIT
Pemda Dinilai tak Serius Wujudkan Sekolah Rakyat

AMBON, Siwalima.id - Komisi III DPRD Ma­luku menilai, pe­me­rintah kabupa­ten/kota, tidak se­rius dalam mewu­judkan atau me­rea­lisasikan Pro­yek Strategis Na­sio­nal berupa sekolah rakyat.

Bagaimana tidak, pas­ca digulirkan pada tahun 2025 lalu hingga saat ini, hanya empat kabu­paten/kota yang ber­komitmen untuk memastikan realisasi sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu.

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo mengungkapkan, berda­sar­kan penjelasan PPK sekolah rakyat, ternyata hingga saat ini baru dua se­kolah rakyat yang ter­ba­ngun di Maluku yakni di Maluku Tengah dan Kota Tual.

Sementara untuk tahun 2027, telah diusulkan ke Kementerian PU pemba­ngunan sekolah rakyat pada dua kabupaten yakni Kabupaten Malu­ku Tenggara dan Aru. 

“Sampai sekarang sekolah rakyat yang baru tuntas dan siap diopera­sikan itu hanya di Maluku Tengah dan Kota Tual, sementara tahun de­pan hanya dua uang diusulkan yakni Malra dan Aru, sisanya belum ada kepastian,” tandas Wajo kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Rabu (23/9).

Menurutnya, persoalan untuk tujuh daerah lainya belum meng­usul­kan pembangunan sekolah rak­yat, karena persoalan lahan yang hingga saat ini belum tuntas, sebab syarat utama pembangunan sekolah rakyat yakni ketersediaan lahan.

Tak sampai disitu, walaupun lahan sudah tersedia untuk pembangunan sekolah rakyat tersebut, juga harus di­hibahkan kepada pemerintah pu­sat, khususnya Kementerian Sosial sebelum pembangunan dilakukan.

“Kami menilai tujuh pemerintah kabupaten/kota yang belum me­ngusulkan pembangunan sekolah rakyat ini tidak serius untuk me­realisasikan sekolah rakyat di daerah mereka, karena lahan saja tidak mampu disediakan,” jelasnya.

Ia mengaku, penyedia lahan tentu menghadapi persoalan anggaran akibat kebijakan efisiensi, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah kabupaten/kota untuk tidak menyiapkan lahan bagi pembangunan sekolah rakyat.

Menurut Wajo, keberadaan seko­lah rakyat ini sangat penting, khu­susnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, karena itu pemerintah kabupaten/kota harus serius untuk memastikan program ini dapat terea­lisasi di masing-masing daerah.(S-20)

BERITA TERKAIT