AMBON, Siwalima.id - Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengingatkan Perum Bulog agar tidak menyimpan beras dalam waktu yang lama.
Hal ini diungkapkan Titiek saat melakukan inspeksi ke Gudang Beras Bulog di kawasan Air Salobar, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dalam rangka kunjungan kerja reses di Maluku, Sabtu (10/10).
Dalam kunjungannya ini, Titek beserta rombongan menemukan banyak kualitas beras yang tersimpan dalam kondisi patah-patah.
“Memang kondisi berasnya banyak yang patah-patah tapi tentu tidak merubah kualitas, namun kecil-kecil berasnya atau banyak patah-patah,” ujar Titiek.
Titiek menegaskan, Komisi IV DPR bukan saja ingin memastikan stok beras pada gudang-gudang Bulog aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja, namun kualitasnya juga harus layak untuk konsumsi masyarakat.
Karena itu, Titek mengingatkan pihak Bulog agar beras yang saat ini berada di gudang tidak boleh lama disimpan lebih dari enam bulan, sebaliknya harus rutin didistribuskan ke pasar guna memudahkan kebutuhan warga disaat harga beras merek lain naik begitu mahal.
“Kami ingin melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk Provinsi Maluku, kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau tidak, ternyata stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sini,” harap Titiek.
Titiek juga meminta pihak Perum Bulog untuk mempertahankan dan meningkatkan serapan gabah dari petani guna menjaga stok beras cadangan pemerintah agar harga beras tidak melambung dan tidak menyusahkan masyarakat.
Terkait capaian stok 4 juta ton beras, Titiek mengatakan hal ini mencerminkan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional maka harus dipertahankan dan ditingkatkan guna menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.
Disisi lain Titiek menekankan pentingnya memperkuat kerja sama Bulog dengan petani, lembaga terkait, serta DPR RI agar pelaksanaan tugas menjaga ketahanan pangan dapat berjalan optimal.
“Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi, dan Bulog senantiasa menjadi lembaga yang menjaga ketahanan pangan kita,” katanya.(S-20)