SIWALIMA.id > Berita
Hukum | Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 14:35 WIT
Kodam Pattimura Selidiki Kasus Kopral DA

AMBON, Siwalima.id - Kodam XV Pattimura saat ini tengah menyelidiki dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum anggotanya berinisial Kopral DA, yang bertugas di Zidam Pattimura terhadap seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kepala Penerangan Kodam XV Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika menjelaskan, proses penyelidikan kasus ini masih berlangsung. Bahkan saat ini, Kopral DA sementara dimintai ketera­ngan untuk mendalami peristiwa terse­-but, termasuk motif yang melatarbe­lakangi dugaan penganiayaan ini.

“Prosesnya sementara berjalan. Yang bersangkutan sedang dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan penganiayaan tersebut, termasuk motif di balik peristiwa itu,” jelas Kapendam kepada wartawan di Ambon, Rabu (28/10).

Kapendam menegaskan, Kodam XV Pattimura masih terus mendalami kasus tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Karena itu, penentuan sanksi terhadap anggota yang bersangkutan akan dilakukan setelah proses penyelidikan selesai dan hasilnya akan diketahui.

Selain proses hukum atau penanganan internal sesuai ketentuan yang berlaku, Kodam Pattimura juga membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan, apabila kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

“Kita mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan jika kedua belah pihak mencapai sebuah kesepakatan,” jelas Kapendam.

Meski demikian menurut Kapendam, dugaan penganiayaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penentuan tanggung jawab dan sanksi terhadap Kopral DA akan bergantung pada hasil pemeriksaan yang dilakukan nanti.

Diduga Mabuk

Sebelumnya diberitakan, seorang prajurit TNI AD berinisial Kopral DA diduga memukul dua anggota Polsek Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (26/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Siwalima, menyebutkan prajurit yang diketahui bertugas di Zidam Kodam XV Pattimura itu, diduga berada dibawah pengaruh minuman keras saat mendatangi Markas Komando Polsek Amalatu.

Peristiwa itu, bermula ketika anggota Polsek Amalatu yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sementara memeriksa sejumlah warga yang terlibat perkelahian di Desa Rumahkay. Ditengah proses pemeriksaan tersebut, Kopral DA datang ke Mako Polsek Amalatu. Ia kemudian diduga langsung melakukan pemukulan terhadap salah seorang anggota polisi.

Sejumlah personel Polsek Amalatu berupaya melerai kejadian tersebut dan membawa Kopral DA keluar dari area Mapolsek. Bahkan, Kapolsek Amalatu, Iptu Lodewyk R. Alfons juga sempat memberikan teguran secara persuasif untuk meredakan situasi saat itu. Namun, Kopral DA diduga kembali masuk ke area Mako Polsek Amalatu dan melayangkan pukulan yang mengenai wajah anggota polisi lainnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kedua anggota polisi yang diduga menjadi korban maupun tindak lanjut penanganan terhadap anggota TNI tersebut. 

Kasi Humas Polres SBB, Ipda Asep H S Souisa yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (28/10) membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar. ada anggota Polsek yang dipukul,” ucap Ipda Asep. Namun ia tidak merincikan kronologi kejadian tersebut, serta proses penanganannya.(S-25)

BERITA TERKAIT