SIWALIMA.id > Berita
Daerah , Headline | Kamis, 17 Juli 2025 pukul 17:14 WIT
Hari Ini Menkes Budi dan Gubernur Maluku Groundbreaking RS Buru

AMBON, Siwalimanews – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sa­di­kin, hari ini, Kamis (17/7) akan meletakan batu per­tama Rumah Sakit di Buru.

Kepastian kedatangan Men­teri Kesehatan itu diungkapkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa kepada wartawan di Ambon, Rabu (16/7).

“Jadi memang besok itu Menteri Kesehatan akan mele­takan batu pertama pemba­ngunan RSUD berkualitas di Kabu­paten Buru,” ujar gubernur

Untuk tahun ini, lanjut gubernur, Maluku berhasil mendapatkan jatah pembangunan satu rumah sakit berkualitas yakni di Kabupaten Buru, sedangkan untuk tahun depan barulah lima rumah sakit dibangun.

Gubernur bilang, lima rumah sakit berkualitas baru tersebut akan dibangun di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara dan Buru Selatan.

“Jadi ini adalah satu capaian yang harus disyukuri dan besok, semoga cuacanya bagus sehingga ground breaking di Kota Namlea dapat berjalan dengan lancar,” ujar gubernur.

Gubernur berharap, dengan pem­bangunan rumah sakit representatif ini juga, merupakan implementasi dari program Prabowo Subianto yang menghendaki setiap kabupa­ten/kota miliki rumah sakit repre­sentatif dan ini akan terealisasi secara bertahap.

Gubernur bilang, kesempatan ini akan dimanfaatkan pemprov untuk menyampaikan beberapa usulan terkait dengan pembangunan bi­dang kesehatan di Maluku ke Men­kes.

Disamping rumah sakit, gubernur juga akan mempersiapkan tenaga dokter spesialis, dokter umum hing­ga tenaga kesehatan, dan ASN un­tuk ditempatkan pada rumah sakit untuk mengoperasikan fasilitas la­yanan kesehatan yang representatif.

“Bagi Pemprov Maluku, pemba­ngunan rumah sakit adalah satu hal yang penting, tetapi jauh terpenting yakni mempersiapkan sumber daya manusianya,” ucap gubernur.

Akan Bangun Lima RS

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Pusat akan membangun lima rumah sakit pada lima kabu­paten di Maluku.

Lima rumah sakit baru tersebut bakal dibangun di Kota Tual, Kabu­paten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepu­lauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Ada 5 rumah sakit berkualitas akan dibangun tahun depan di Ma­luku dengan anggaran yang ber­sumber dari APBN,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Senin (14/7).

Kelima rumah sakit yang akan dibangun tersebut lanjut gubernur, merupakan realisasi dari usulan Pemerintah Provinsi Maluku ke Kementerian Kesehatan yang disampaikan beberapa waktu lalu.

Penambahan rumah sakit berkua­litas di daerah-daerah ini menurut mantan anggota DPR RI dapil Ma­luku ini, merupakan bentuk komit­men pemerintah provinsi dalam meningkatkan derajat kesehatan, sebagaimana tertuang dalam sapta cipta Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Rumah sakit ini nantinya dileng­kapi dengan fasilitas pendukung yang akan membantu masyarakat di daerah-daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” tan­das gubernur.

Gubernur mengaku, walaupun saat ini kondisi keuangan daerah belum stabil, namun itu bukan penghalang bagi dirinya berjuang demi kesejahteraan masyarakat Ma­luku, termasuk dibidang kesehatan.

Untuk itu, dirinya akan terus berjuang dengan melobi Pemerintah Pusat, untuk mendatangkan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masya­rakat Maluku.

“Tenang saja, kami tidak me­megang tongkat Musa, tapi kami fokus bekerja untuk memperbaiki Maluku dari kondisi saat ini,” tandas gubernur.

Lobi Kemenkes

Pemerintah Provinsi Maluku mendapat bantuan tujuh unit alat katerisasi dari Kementerian Kese­hatan. Bantuan ini diperoleh, setelah Gubernur Maluku Hendrik Lewe­rissa berhasil melakukan lobi ke kementerian tersebut.

Langkah strategis gubernur ini, sebagai bentuk komitmennya dalam memastikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat Maluku.

Tujuh unit alat katerisasi jantung atau cath laboratory bantuan Ke­menkes ini diperoleh Maluku di saat kondisi keuangan daerah yang tidak stabil akibat efisiensi anggaran.

Kepastian bantuan alat katerisasi jantung ini diperoleh, setelah gu­bernur didampingi Plt Direktur RSUD dr Haulussy Novita Nikijuluw dan Kabid Pelayanan RSUD Hau­lussy Enselin Nikijuluw, bertemu pihak Ke­menkes di Jakarta, Rabu (26/3) lalu.

Gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Sabtu (29/3) menjelaskan, pertemuan bersama pihak Kemenkes bertujuan untuk membicarakan pengadaan fasilitas bedah jantung, bedah syaraf dan bedah-bedah lainnya, sebab selama ini fasilitas tersebut belum ada di Maluku, kecuali di RSUP Leimena.

Apalagi di Maluku saat ini kata gubernur, terdapat 28 ribu orang yang terdiagnosa menderita penya­kit jantung dan dari jumlah ini, ada sekitar 8 ribu orang termasuk kate­gori kritis.

“Penyakit jantung adalah pe­-nya­kit yang paling banyak mere­-ng­gut nyawa. Penyebab kematian tertinggi itu sakit jantung. Saya tidak mau masyarakat Maluku berobat lagi di luar daerah seperti dirujuk ke Makassar. Sudah jauh, makan biaya, kasihan. Kita siapkan fasilitasnya, SDM dan kesejahteraan,” tulis gubernur.

Menurut gubernur, pihaknya akan menindaklanjuti bantuan tersebut dengan membangun fasilitas pendukung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, sehingga kedepan tidak ada lagi masyarakat Maluku yang berobat ke luar daerah, seperti rujukkan ke Makassar karena biaya tinggi.

Selain itu, untuk membantu melayani masyarakat fasilitas ini bukan saja di RSUD Haulussy, namun akan dibangun juga pada RSUD pada beberapa kabupaten/kota di Maluku.

“Koordinasi sudah jalan, seperti Kabupaten Maluku Tengah, SBT, SBB, Buru, Buru Selatan, MBD dan Kota Tual,” jelas gubernur. (S-20)

BERITA TERKAIT