AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik LeweÂrissa warning organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabuÂpaten dan kota agar berhati-hati daÂlam mengelola fiskal/anggaran daeÂrah.
Warning orang nomor satu di Provinsi Maluku tersebut tentu sangat berdasar mengingat, Maluku saat ini sedang menghadapi kondisi global maupun nasional yang tidak mudah.
Demikian dikatakan Gubernur saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Maluku Tahun 2026 deÂngan tema âPenguatan Ketahanan Pangan, Energi, Ekonomi Produktif dan Inklusifâ.
âArah pembangunan Maluku saat ini tidak terlepas dari berbagai kondisi global maupun nasional, maka kehati-hatian dalam mengeÂlola fiskal betul-betul harus diperhatikan secara bijaksana dan cermat, dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan yang benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat,â tegas Gubernur di Hotel Santika Premier Ambon.
Dijelaskan, sebagai MusrenÂbang pertama periode 2025-2029 maka menjadi tahapan krusial bagi seluruh kepala daerah sebab merupakan fondasi awal dalam mensinergikan pembangunan jangka menengah daerah.
Dijelaskan untuk membangun Maluku yang lebih maju memÂbuÂtuhkan sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dalam mewujudkan visi besar Maluku yakni transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045.
Upaya penguatan fondasi meÂnuju pemerataan kemandirian daerah tersebut, kata gubernur dilakukan melalui tujuh prioritas pembangunan yang tertuang dalam Sapta Cita yang telah selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Guna mempercepat pembanguÂnan daerah, Gubernur menginsÂtruksiÂkan Bupati dan walikota untuk mempercepatpenuntasan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, mempercepat pembenÂtukan koperasi merah putih, memÂpercepat pembentukan dan peÂnyelenggaraan sekolah rakyat dan mempercepat penyelenggaraan makan bergizi gratis.
âKita masih diperhadapkan deÂngan berbagai tantangan pembaÂngunan yang cukup kompleks, seÂperti tingginya tingkat kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan yang perlu ditingkatkan, keterbaÂtasan prasarana dasar, serta pengembangan ekonomi khususÂnya sektor unggulan yang belum optimal,â jelas Gubernur.
Karenanya Gubernur berharap adanya sinergi kebijakan dan kerja sama yang kuat antar semua pihak, ia untuk mengatasi tantaÂngan dengan terus menjaga stabilitas sosial yang kondusif demi mewujudkan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
âMusrenbang ini harus menjadi momentum strategis untuk mensinergikan kebijakan dan program pembangunan antara Pusat, Provinsi dan kabupaten/kota, untuk itu pentingnya diskusi yang terarah dan substansif, agar perencanaan tahun 2026, benar-benar impleÂmentatif, efisien dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,â tandasnya. (S-20)