AMBON, Siwalimanews – Gubernur Hendrik LeweÂrissa menegasÂkan PemerinÂtah Provinsi terbuÂka dan tidak meÂnutup diri dengan semua investor yang ingin berinÂvestasi di Maluku.
Ketua DPD Gerindra MaÂluku ini mengakui, ada bebeÂrapa investor yang berencana masuk dan berinvestasi daÂlam berbagai sektor di Provinsi Maluku.
Niat baik investor tersebut lanjut mantan anggota DPR RI ini, tentu mendapatkan dukungan penuh dari PeÂmerintah Provinsi sepanÂjang mengikuti aturan perÂundang-undangan dan kesepakatan lainnya.
âPrinsipnya Pemerintah Provinsi tidak menutup diri terhaÂdap setiap investor yang ingin berÂinvestasi di Maluku. Sekali lagi Gubernur Maluku terbuka untuk seÂmua investasi yang akan masuk,â ujar Gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Rabu (21/5).
Menurutnya, Maluku saat ini membutuhkan percepatan dalam pembangunan yang secara merata diberbagai pelosok daerah, namun tentu pembangunan terseÂbut tidak boleh hanya bertumpu pada APBD atau APBN.
Pembangunan daerah kata guÂberÂnur, juga dapat dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak swasÂta melalui invetasi, termasuk dalam bidang sumber daya alam.
Menurutnya, Pemprov Maluku tidak boleh menutup pintu untuk investasi, sebab harus disadari PemÂda tidak akan mampu meÂngelola sumber daya alam yang ada secara sendiri.
âSumber daya alam kita banyak yang dapat dikelola oleh investor, tetapi harus dilakukan secara etis dan bertanggung jawab. Artinya kaÂlau mau masuk berinvestasi maka patuhi semua perundang-undangan yang berlaku,â tegas Gubernur.
Disamping mematuhi aturan, inÂvestor yang ingin masuk di Maluku sebut Gubernur, wajib mempekerÂjakan anak-anak daerah sebagai bagian dari upaya pihak swasta mendukung pemerintah dalam mengurangi pengangguran terbuka.
âKalau memang untuk tenaga teknis yang membutuhkan tenaga kerja luar itu tidak menjadi masalah tapi yang pasti anak daerah, juga wajib diutamakan sebab masyaraÂkat lokal tidak boleh jadi penonton di tanah sendiri,â tegasnya. (S-20)