AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku HenÂdrik Lewerissa menegasÂkan pihaknya mengawasi ketat pengisian pengurus baru Bank Maluku-Malut.
Penegasan ini disamÂpaikan Gubernur kepada wartawan di Kantor GuÂbernur Maluku, Rabu (9/7) merespon belum tuntasÂnya proses pengisian jaÂbaÂtan direksi dan komiÂsaris Bank Maluku Malut.
Gubernur menjelaskan, pengisian jabatan baik direksi maupun komisaris bank harus dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan maupun aturan Otoritas Jasa Keuangan.
Diakuinya RUPS Luar Biasa Bank Maluku-Malut di Ternate 21 Maret lalu telah menetapkan empat orang yakni Ferdinand Alexander Hitipeuw sebaÂgai Direktur PemaÂsaÂran, Ingrid Mauren SaÂhusiÂlawane sebagainya DirekÂtur Umum dan IchÂwan sebagai komisaris indeÂpenÂden dan Michael PaÂpilaya komisaris.
âBetul RUPS Luar Biasa sudah menetapkan diÂreksi dan komisaris, proÂsesnya tidak mudah. ProÂsesnya tidak seperti enÂtitas lain yang setelah ditetapkan langsung berÂlaÂku,â ucap Gubernur.
Gubernur bilang, mekaÂnisme penetapan direksi dan komisaris di lembaga perbankan termasuk Bank Maluku-Malut harus melewati proses di Otoritas Jasa Keuangan dalam bentuk fit and proper test.
Kendati begitu, Gubernur meneÂgaskan sebagai pemegang saÂham pengendali dirinya setiap saat terus mengawasi dan memanÂtau proses yang dilakukan manajeÂmen Bank Maluku-Malut guna memastikan keputusan RUPS Luar Biasa dapat dijalankan.
âSebagai pemegang saham saya selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses itu, jadi tunggu saja,â tegas Gubernur.
tak Beres
Seperti diberitakan sebelumnya, sikap manajemen Bank MaÂluku-Malut tidak kunjung tuntaskan peÂngusulan pengurus baru ke Otoritas Jasa Keuangan.
Padahal pengurus baru Bank milik pemerintah daerah tersebut telah ditetapkan oleh pemegang saÂham di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Ternate sejak Maret lalu.
Sumber Siwalima di Bank Maluku-Malut mengungkapkan sampai dengan saat ini, manaÂjemen Bank Maluku-Malut belum tuntas mengirim dokumen calon direksi dan komisaris baru.
âSampai sekarang empat nama penjabat baru itu belum di kirim semua,â ungkap Sumber yang meÂminta namanya tidak dipublis kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (28/6).
Diakuinya memang ada bebeÂrapa nama seperti Ferdinand Alexander Hitipeuw, Ingrid Mauren Sahusilawane dan Ichwan telah diusulkan ke OJK.
Sedangkan untuk calon komiÂsaris Bank Maluku-Malut Maichel Papilaya justru manajemen Bank Maluku-Malut belum juga mengÂusulkan padahal seluruh dokumen sudah tuntas.
âKalau untuk pak Maichel keÂmarin persyaratan yang diminta terakhir itu berkaitan dengan surat pernyataan tidak memiliki konflik kepentingan dan sudah diserahÂkan pada Senin 23 Juni kemarin,â beber sumber.
Menurut Sumber pengusulan calon direksi dan komisaris dilaÂkukan langsung ke OJK pusat di Jakarta artinya ketika pengusulan dilakukan secara terpisah maka akan berdampak pada SPPD yang terus dikeluarkan oleh Bank Maluku-Malut.
Sementara itu Direktur Utama Bank Maluku-Malut Syahrisal Imbar yang hendak dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait dengan persoalan ini tidak merespon. (S-20)