PIRU, Siwalimanews – Tidak terima salah satu warganya diringkus aparat Polsek Huamual akibat keÂdapatan membawa material batu sinabar, masyarakat DuÂsun Hulung, Desa Iha, KecaÂmatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), memprotes dengan cara blokir jalan lintas Huamual.
Penutupan jalan dengan cara beton setinggi 40 Cm itu mengakibatkan lalu lintas jalur jalan itu lumpuh total. PanÂtauan Siwalima, pemblokiran jalan yang dilakukan warga Hulung ini sekitar pukul 09.30 WIT.
Warga tak terima tindakan penaÂhanan terhadap Mukadam Siauta (60) yang terjaring razia anggota gabungan TNI/Polri Pos PAM Bambu Kuning di wilayah Gunung Tembaga karena tertangkap membawa material batu sinabar.
Pemblokiran yang dilakukan warga dengan cara membuat beton dari semen, setinggi 40 cm. Aksi protes ini juga membuat akses jalan utama menuju desa-dusun yang ada di kota Kecamatan Huamual menjadi lumpuh total.
Bhabinsa Iha-Kulur, Serma D.H Putuhena kepada Siwalima, Kamis (19/3) mengatakan, setelah diÂamanÂkan dengan barang bukti, Mukadam Siauta kemudian dibaÂwa ke Polsek Huamual dan seÂlanjutnya digiring ke Polres SBB untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurutnya, dengan ditangkapÂnya warga Hulung tersebut meÂmicu amarah dan protes yang dilakukan warga Hulung dengan melakukan tindakan pemblokiran jalan utama lintas Huamual.
Hingga berita ini diturunkan, pemblokiran belum juga dibuka. âAtas pemblokiran itu akses transÂportasi menuju Kota Kecamatan Huamual terhenti maupun ke Kota Piru terhenti, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat,â kata Putuhena.
Meski begitu, Putuhena meÂ-ngaÂÂku ia dan sejumlah anggota Polsek Huamual terus berkoorÂdinasi dengan warga setempat untuk membuka akses jalan.
âSaya sudah koordinasi dengan warga, tetapi belum ditanggapi, sehingga sampai saat ini pun pemblokiran belum juga dibuka,â ungkapnya.
Sementara itu, informasi yang dihimpun di Polsek Huamual meÂnyebutkan, penahanan terhaÂ-dap Siauta ini karena terbukti membawa material batu sinabar saat aparat gabungan TNI/Polri Pos Pam Bambu Kuning melakukan patroli razia. (S-48)