SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Kamis, 5 November 2026 pukul 14:44 WIT
Dinas PU Pertanyakan Sumber Air di Gunung Nona

AMBON, Siwalima.id - Dinas Pekerjaan Umum Kota Ambon mempertanyakan sumber air yang akan digunakan sebe­lum pembangunan bak penam­pung air di kawasan Gunung Nona.

“Airnya mau diambil dari mana? Jangan sampai saya bangun bak, tetapi setelah dibangun ternyata tidak ada air. Harus ada hitam di atas putih,” tegas Kadis PU Ambon, Meli Latuihamalo ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (4/11).

Dirinya bahkan meminta kepada pemilik lahan (Yakoba Lekahena) untuk pembangunan bak penampung air agar berkoordinasi dengan pihak Perumdam  Tirta  Yapono.

“Komunikasi dulu Ibu Yakoba dengan Pak Piet Saimima. Kemudian airnya mau diambil dari mana? Jangan sampai saya bangun bak, tetapi setelah dibangun ternyata tidak ada air,: tegasnya.

Dinas PU pada prinsipnya tetap siap melaksanakan pem-bangunan bak penampung air di kawasan Belakang TVRI Gunung Nona, asalkan persoalan lahan dan sumber air sudah jelas.

Selain itu pembangunan bak penampung air juga belum masuk dalam alokasi anggaran tahun 2026.

Untuk itu, dirinya memastikan terkait dengan alokasi anggaran, Dinas PU akan mengusulkan di tahun 2027 mendatang. “PU tetap bangun, asalkan semuanya jelas. Pembangunan akan kita anggar­kan pada tahun 2027,” janjinya.

Bangun Bak Air

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Ambon berencana membangun bak air dengan ukuran besar di kawasan Gunung Nona, demi mengatasi kekurangan air bersih warga sekitar.

Bak penampung yang akan dibangun Perumda Tirta Yapono bersama Dinas PUPR dengan kapasitas tampung 125 meter kubik pada tahun 2027.

“Pembangunan fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung distribusi air bersih bagi masyarakat di kawasan Belakang TVRI, Gunung Nona,” terang Pelaksana Tugas Direktur Perumda Tirta Yapono, Pieter Saimima, kemarin.

Dirinya mengaku Dinas PUPR telah menyanggupi pembangunan bak penampung tersebut di tahun depan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan pak Kadis telah menyanggupi pembangunan bak penampung pada 2027,” kata Saimima.

Saimima berharap pembangunan tersebut dapat direalisasikan sesuai rencana sehingga seluruh kebutuhan pelayanan air bersih di kawasan itu dapat dituntaskan pada 2027.

“Kalau itu terealisasi, berarti pada 2027 seluruhnya sudah kita tuntaskan,” katanya singkat.(S-30)

BERITA TERKAIT