AMBON, Siwalima.id - Setelah tiga hari tidak diketahui keberadaannya, Tedesus Fatrua (41) nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat melintasi perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Selu, Kamis (29/10).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah dalam rilisnya yang diterima Redaksi Siwalima, Jumat (30/10) menjelaskan, korban sebelumnya berangkat menggunakan longboat dari Desa Tutunametal menuju Desa Nurkat pada Senin (26/10) sekitar pukul 16.35 WIT.
Namun, hingga waktu yang diperkirakan korban belum juga tiba di desa tujuan. Keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum berhasil menemukan keberadaan korban.
“Laporan kejadian tersebut kami terima dari Adolf Fatrua pada Rabu (28/10) pukul 14.30 WIT. Setelah menerima informasi, kami langsung menindaklanjuti dengan mengerahkan unsur SAR untuk melakukan pencarian,” jelas Arafah.
Memasuki hari kedua operasi, Kamis (29/10), Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian mulai pukul 07.00 WIT. Tim bergerak menggunakan speedboat milik masyarakat Larat pada pukul 07.25 WIT untuk menyisir sejumlah titik koordinat sesuai rencana operasi SAR.
Namun, sebelum proses penyisiran berlangsung, korban ternyata telah ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 03.23 WIT di sekitar Perairan Selu dalam kondisi selamat.
Informasi penemuan tersebut diterima Pos SAR Saumlaki dari BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada pukul 12.53 WIT. Korban selanjutnya dievakuasi menuju Desa Nurkat.
Arafah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” ungkapnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki serta masyarakat setempat.
Dalam operasi itu, tim mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Saumlaki, speedboat dan longboat milik masyarakat.
Sementara itu, kondisi cuaca selama operasi dilaporkan berawan tebal, dengan angin bertiup dari arah timur hingga selatan berkecepatan 18 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Arafah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur potensi SAR yang telah membantu proses pencarian. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.(S-10)