SIWALIMA.id > Berita
Headline , Hukum | Senin, 2 November 2026 pukul 14:55 WIT
Cegah Narkoba, Kapolda Gandeng Pemkot dan PBNU

AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Su­wondo Nainggolan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota  Ambon dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjaga keamanan dan keter­tiban masyarakat (Kamtibmas), mendukung pembangunan dae­rah serta mencegah penyalah­gunaan narkoba.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam dua pertemuan ter­pisah di ruang kerja Kapolda Ma­luku, Kamis kemarin.

Pertemuan pertama dilakukan bersama Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Wakil Walikota dan Sekretaris Kota Ambon. Sementara pertemuan kedua berlangsung bersama Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa yang turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, jajaran Nahdlatul Ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor.

Kapolda mengatakan, menjaga stabilitas keamanan membutuhkan koordinasi lintas institusi dan ke­ter­libatan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, tugas kepolisian ti­dak hanya sebatas penegakan hu­kum, tetapi juga membangun komu­nikasi, memperkuat silaturahmi, dan menjalin kedekatan dengan mas­yarakat.

Dalam pertemuan dengan jajaran Pemkot Ambon, Kapolda menegas­kan komitmen jajarannya mendu­kung stabilitas keamanan melalui pe­metaan situasi, koordinasi berkelan­jutan, dan respons cepat terhadap berbagai perkembangan di masya­rakat.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh Kapolres/ta jajaran untuk memetakan situasi kamtibmas di wilayah Maluku. Hari ini saya juga menjadwalkan peninjauan ke pos pengamanan UIN. Ke depan mari kita terus berdiskusi secara berkala untuk pembaruan situasi terkini agar sinergi ini tetap kuat dalam menjaga Kota Ambon yang kondusif dan masyarakat sejahtera,” ujar Kapolda sebagaimana dalam rilis Humas Polda Maluku yang diterima Siwa­lima, Sabtu (30/10)

Kata Kapolda, komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan ke­polisian diperlukan agar berbagai persoalan yang berpotensi meng­ganggu keamanan dapat segera ditangani.

“Apabila terdapat hal yang perlu dikoordinasikan atau dikomu­nikasikan, Pak Walikota dapat langsung menghubungi Kapolresta tanpa perlu prosedur yang terlam­pau formal. Pembangunan Kota Ambon harus terus berjalan dan kami dari kepolisian siap mendu­kung penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota menyam­paikan apresiasi atas sambutan Kapolda Maluku.

Ia menilai komunikasi dan kerja sama Pemkot Ambon dengan Pol­resta Ambon selama ini telah ber­jalan harmonis.

Ia menegaskan, pemerintah kota siap mendukung langkah kepolisian dalam menjaga keamanan, terutama menghadapi dinamika kamtibmas di wilayah Pulau Ambon.

Sebagai bentuk dukungan terha­dap pembangunan daerah, Pemkot Ambon dalam waktu dekat beren­cana melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Wayame. Pemerintah kota juga berkomitmen mendukung penye­diaan fasilitas pos keamanan.

“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Wayame serta terus berkontribusi pada penyediaan fasilitas pos ke­amanan. Pemkot Ambon berkomit­men penuh mendukung program-program kerja Polda Maluku demi kemajuan dan keamanan daerah,” katanya.

Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kapolda juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam menjaga persatuan dan mencegah penyalahgunaan nar­koba.

Hal tersebut dibahas dalam perte­muan bersama Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa.

Kapolda mengatakan, memba­ngun kedekatan dengan masyarakat di seluruh wilayah Maluku meru­pakan bagian penting dari pelak­sanaan tugas kepolisian.

“Saya sudah beberapa kali dipanggil ke Jakarta, tetapi saya belum mau pergi karena saya merasa tugas bersilaturahmi ke seluruh wilayah Maluku ini belum selesai,” ujarnya.

Ia juga mendorong para Kapolres agar aktif mengunjungi masyarakat dan mendukung berbagai program pemerintah.

“Kalau ada program pemerintah, kita jadi pengsupport. Saya arahkan para Kapolres agar selalu mengun­jungi masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Kapol­da turut menyampaikan gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam deteksi dini penyalahgunaan nar­koba melalui pemeriksaan urine.

Menurut dia, langkah tersebut perlu diawali dengan edukasi dan ajakan persuasif yang melibatkan tokoh agama di masjid maupun gereja.

“Kami akan memberitahukan kepada seluruh negeri atau desa, kami minta kesediaan seluruh warga masyarakat untuk dicek urine. Langkah ini akan didahului dengan ajakan-ajakan yang disampaikan di masjid dan gereja,” ungkapnya.

Gagasan tersebut diharapkan dapat membangun kepedulian mas­yarakat terhadap bahaya narkoba melalui pendekatan keagamaan. Pelaksanaannya perlu mengede­pankan partisipasi sukarela serta memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Sementara itu, KH Zulfa Mustofa mengungkapkan bahwa hubungan persahabatannya dengan Kapolda Maluku telah terjalin sejak lama.

“Saya dan Pak Kapolda ini saha­bat dari dulu. Dulu saya pernah men­doakan Bapak Kapolda untuk men­jadi Kapolda Sumatra Utara, tetapi sekarang malah dipercaya menjadi Kapolda Maluku,” tutur Zulfa

Cek Dua Pos 

Kapolda juga berkesempatan mengecek kesiapsiagaan personel di dua pos pengamanan (Pos Pam) kawasan STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon 

Rilis Humas Polda Maluku yang diterima Sabtu (30/10) menyebutkan, pengecekan yang dilakukan Kamis kemarin itu untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyara­kat (kamtibmas), sekaligus meng­antisipasi potensi konflik berulang di kawasan tersebut.

Dua pos yang dikunjungi Suwon­do yakni Pos Pam I di Perempatan Alfa Midi STAIN dan Pos Pam II di Pertigaan Indomaret STAIN.

Di masing-masing pos, Kapolda menerima laporan personel menge­nai perkembangan situasi kamtib­mas, kondisi pengamanan, pelaksa­naan program Pollima, hingga kronologi situasi pascakonflik di kawasan STAIN.

Kapolda mengatakan, keberadaan personel kepolisian di kawasan STAIN tidak boleh sekadar menja­lankan tugas penjagaan.

Menurut dia, kehadiran polisi harus mampu memberikan perlindu­ngan dan rasa aman kepada mas­yarakat, sekaligus mencegah mun­culnya kembali konflik.

Ia menegaskan, prioritas penga­ma­nan adalah menjaga situasi tetap kondusif agar konflik yang dapat merugikan masyarakat tidak kembali terjadi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh infor­masi maupun isu yang berpotensi memicu perselisihan.

Keberadaan dua Pos Pam di ka­wasan STAIN lsnjutnya merupakan bagian dari langkah preventif kepo­lisian untuk memantau perkem­bangan situasi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain kesiapsiagaan personel, pendekatan persuasif dan komu­nikasi dengan masyarakat juga men­jadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman, membangun kepercayaan masya­rakat, serta menghindari eskalasi persoalan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.(S-25)

BERITA TERKAIT