AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Suwondo Nainggolan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), mendukung pembangunan daerah serta mencegah penyalahgunaan narkoba.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam dua pertemuan terpisah di ruang kerja Kapolda Maluku, Kamis kemarin.
Pertemuan pertama dilakukan bersama Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Wakil Walikota dan Sekretaris Kota Ambon. Sementara pertemuan kedua berlangsung bersama Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa yang turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, jajaran Nahdlatul Ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor.
Kapolda mengatakan, menjaga stabilitas keamanan membutuhkan koordinasi lintas institusi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut dia, tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, dan menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Dalam pertemuan dengan jajaran Pemkot Ambon, Kapolda menegaskan komitmen jajarannya mendukung stabilitas keamanan melalui pemetaan situasi, koordinasi berkelanjutan, dan respons cepat terhadap berbagai perkembangan di masyarakat.
“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh Kapolres/ta jajaran untuk memetakan situasi kamtibmas di wilayah Maluku. Hari ini saya juga menjadwalkan peninjauan ke pos pengamanan UIN. Ke depan mari kita terus berdiskusi secara berkala untuk pembaruan situasi terkini agar sinergi ini tetap kuat dalam menjaga Kota Ambon yang kondusif dan masyarakat sejahtera,” ujar Kapolda sebagaimana dalam rilis Humas Polda Maluku yang diterima Siwalima, Sabtu (30/10)
Kata Kapolda, komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan kepolisian diperlukan agar berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat segera ditangani.
“Apabila terdapat hal yang perlu dikoordinasikan atau dikomunikasikan, Pak Walikota dapat langsung menghubungi Kapolresta tanpa perlu prosedur yang terlampau formal. Pembangunan Kota Ambon harus terus berjalan dan kami dari kepolisian siap mendukung penuh,” tegasnya.
Sementara itu, Walikota menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Maluku.
Ia menilai komunikasi dan kerja sama Pemkot Ambon dengan Polresta Ambon selama ini telah berjalan harmonis.
Ia menegaskan, pemerintah kota siap mendukung langkah kepolisian dalam menjaga keamanan, terutama menghadapi dinamika kamtibmas di wilayah Pulau Ambon.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, Pemkot Ambon dalam waktu dekat berencana melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Wayame. Pemerintah kota juga berkomitmen mendukung penyediaan fasilitas pos keamanan.
“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Wayame serta terus berkontribusi pada penyediaan fasilitas pos keamanan. Pemkot Ambon berkomitmen penuh mendukung program-program kerja Polda Maluku demi kemajuan dan keamanan daerah,” katanya.
Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kapolda juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam menjaga persatuan dan mencegah penyalahgunaan narkoba.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa.
Kapolda mengatakan, membangun kedekatan dengan masyarakat di seluruh wilayah Maluku merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.
“Saya sudah beberapa kali dipanggil ke Jakarta, tetapi saya belum mau pergi karena saya merasa tugas bersilaturahmi ke seluruh wilayah Maluku ini belum selesai,” ujarnya.
Ia juga mendorong para Kapolres agar aktif mengunjungi masyarakat dan mendukung berbagai program pemerintah.
“Kalau ada program pemerintah, kita jadi pengsupport. Saya arahkan para Kapolres agar selalu mengunjungi masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda turut menyampaikan gagasan untuk melibatkan masyarakat dalam deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui pemeriksaan urine.
Menurut dia, langkah tersebut perlu diawali dengan edukasi dan ajakan persuasif yang melibatkan tokoh agama di masjid maupun gereja.
“Kami akan memberitahukan kepada seluruh negeri atau desa, kami minta kesediaan seluruh warga masyarakat untuk dicek urine. Langkah ini akan didahului dengan ajakan-ajakan yang disampaikan di masjid dan gereja,” ungkapnya.
Gagasan tersebut diharapkan dapat membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba melalui pendekatan keagamaan. Pelaksanaannya perlu mengedepankan partisipasi sukarela serta memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Sementara itu, KH Zulfa Mustofa mengungkapkan bahwa hubungan persahabatannya dengan Kapolda Maluku telah terjalin sejak lama.
“Saya dan Pak Kapolda ini sahabat dari dulu. Dulu saya pernah mendoakan Bapak Kapolda untuk menjadi Kapolda Sumatra Utara, tetapi sekarang malah dipercaya menjadi Kapolda Maluku,” tutur Zulfa
Cek Dua Pos
Kapolda juga berkesempatan mengecek kesiapsiagaan personel di dua pos pengamanan (Pos Pam) kawasan STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon
Rilis Humas Polda Maluku yang diterima Sabtu (30/10) menyebutkan, pengecekan yang dilakukan Kamis kemarin itu untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi konflik berulang di kawasan tersebut.
Dua pos yang dikunjungi Suwondo yakni Pos Pam I di Perempatan Alfa Midi STAIN dan Pos Pam II di Pertigaan Indomaret STAIN.
Di masing-masing pos, Kapolda menerima laporan personel mengenai perkembangan situasi kamtibmas, kondisi pengamanan, pelaksanaan program Pollima, hingga kronologi situasi pascakonflik di kawasan STAIN.
Kapolda mengatakan, keberadaan personel kepolisian di kawasan STAIN tidak boleh sekadar menjalankan tugas penjagaan.
Menurut dia, kehadiran polisi harus mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mencegah munculnya kembali konflik.
Ia menegaskan, prioritas pengamanan adalah menjaga situasi tetap kondusif agar konflik yang dapat merugikan masyarakat tidak kembali terjadi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang berpotensi memicu perselisihan.
Keberadaan dua Pos Pam di kawasan STAIN lsnjutnya merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain kesiapsiagaan personel, pendekatan persuasif dan komunikasi dengan masyarakat juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan.
Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghindari eskalasi persoalan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.(S-25)