AMBON, Siwalima.id - Dua hari ribuan masyarakat memadati Amboina International Music Festival yang digelar Pemerintah Kota Ambon di Lapangan Merdeka di tengah meredahnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
AIMF juga menghadirkan para musisi, delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, serta tamu dari negara sahabat ikut hadir sejak Jumat (30/10) hingga Sabtu (31/10).
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang membuka kegiatan itu menegaskan, festival tersebut bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Selain itu AIMF juga menjadi momentum untuk merayakan tujuh tahun pengakuan UNESCO terhadap Ambon sebagai City of Music.
“Malam hari ini kita semua ada dalam suasana penuh sukacita dan kebahagiaan karena dalam rangkaian peringatan Ambon City of Music. Kita bisa menyelenggarakan berbagai event yang terbingkai dalam AIMF,” kata walikota dalam sambutannya.
Menurutnya, musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus membangun persaudaraan lintas budaya dan bangsa.
“Ini sebuah kehormatan, sekaligus bukti musik memiliki kekuatan besar untuk mempersatukan. Musik memiliki kekuatan besar untuk mempertemukan kita dalam hubungan kekeluargaan, persaudaraan, dan melintasi batas-batas sekat yang ada,” ujarnya.
Dirinya mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang telah memasukkan AIMF dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Dia berharap penetapan tersebut diikuti dukungan nyata melalui program-program pariwisata yang terukur untuk Kota Ambon.
Sejak ditetapkan UNESCO sebagai Kota Musik Dunia pada 2019, Ambon memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan kehidupan musik, pendidikan musik, dan ekosistem industri kreatif.
Bagi walikota, identitas Ambon sebagai kota musik tidak cukup hanya ditunjukkan melalui penyelenggaraan berbagai pertunjukan.
“Musik menjadi identitas kita sebagai warga Kota Ambon, ruang ekspresi, sumber kehidupan, kekuatan pemersatu, dan jembatan diplomasi,” tegasnya.
Untuk itu dirinya berharap anak-anak Ambon tidak hanya menjadi penikmat musik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar, memainkan, menciptakan, dan mengembangkan musik sebagai bagian dari masa depan mereka.
Melalui World Music Concert yang berlangsung selama dua hari musik tradisional Ambon, musik Indonesia dan berbagai ekspresi musik dunia dipertemukan dalam satu panggung.
“Perbedaan tradisi dan budaya justru dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan karya baru dan memperkuat kolaborasi antar bangsa,” katanya.
Dia berharap AIMF tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi platform kerja sama musik internasional yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya membawa musik ke Ambon, tetapi juga membawa Ambon ke dunia melalui musik,” katanya.
Walikota juga mengajak kota-kota kreatif di Indonesia dan dunia untuk memperkuat jejaring serta kolaborasi dalam membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Jangan berharap kita maju sendiri. Mesti maju bersama-sama dengan kota-kota kreatif yang ada di Indonesia, maju bersama dengan kota-kota kreatif yang ada di dunia. Jejaring, kolaborasi, kerja sama itu yang penting,” ungkapnya.
Dia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan musik sebagai jembatan kebudayaan, pendidikan sebagai fondasi masa depan, dan kreativitas sebagai kekuatan pembangunan Kota Ambon.
“Dari Ambon kita merayakan musik, melalui musik kita merajut persahabatan, bersama musik kita membangun masa depan,” pungkas Bodewin yang disambut tepuk tangan ribuan penonton.
Acara tersebut turut dihadiri unsur forkopimda Kota Ambon, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Sekot Ambon, Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Perwakilan Kementerian Pariwisata, PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, serta delegasi kota-kota kreatif UNESCO dari sejumlah daerah.
Hadir pula perwakilan UCCN, jejaring kota musik dunia, akademisi, seniman, musisi, pelaku industri kreatif, pimpinan perguruan tinggi.
Masuk Ekosistem Pendidikan
Pada kesempatan itu Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan pengembangan musik akan didorong masuk ekosistem pendidikan.
“Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memberikan ruang bagi perkembangan ekosistem musik, terutama melalui dunia pendidikan,” janji walikota dalam sambutanya.
Melalui pendidikan musik, ia menyebut anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik atau mengenal berbagai genre, tetapi juga dilatih membangun kreativitas, kedisiplinan, kepekaan sosial, serta menghargai kemampuan dan karya orang lain.
“Yang terpenting adalah bagaimana musik dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, generasi muda, masyarakat, dan masa depan kota ini,” tegasnya.
Walikota menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Ambon adalah mendorong penerapan kurikulum musik di sekolah khususnya jenjang SD dan SMP.
Ia berharap pengembangan kurikulum tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan sekolah, tetapi membutuhkan dukungan perguruan tinggi, komunitas seni, musisi, serta seluruh elemen masyarakat.(S-30)