SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 2 November 2026 pukul 14:18 WIT
33 Tahun GKRIA, Jemaat Solagratia Ambon dapat Kado STL

AMBON, Siwalima.id - Perayaan HUT ke-33 Gereja Kristen Reformasi Indonesia tahun ini membawa berkah tersendiri bagi Jemaat Solagracia Kota Ambon.

Pasalnya di puncak perayaan HUT ke-33 yang berlangsung di gedung Gereja Solagracia Benteng Atas Ambon, Sabtu (31/10) kemarin, jemaat ini mendapat kado terindah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, berupa Surat Tanda Lapor atau STL.

Penyerahan STL itu, dilakukan Kabid Bimas Kristen, Kanwil Kemenag Maluku, Stepanus Tia dan diterima oleh Ketua Badan Pelayan Jemaat GKRIA Solagratia Ambon Pendeta Lorina T Samloy, dalam acara puncak HUT GKRIA ke-33 yang digelar dalam bentuk ibadah syukur.

Kado terindah ini, menandakan Jemaat GKRIA Solagratia Ambon telah miliki kepastian administrasi kelembagaan keagamaan.

Kado ini merupakan bukti konkrit kehadiran negara dalam memberikan pengakuan administratif serta tertib organisasi, sekaligus mendorong pelayanan keagamaan yang lebih terarah bagi masyarakat.

Kado istimewa dari Kemenag Maluku ternyata bukan hanya penyerahan STL saja, namun kadi lain juga diberikan kepada Badan Pelayan Jemaat (BPJ) gereja tersebut berupa 21 Alkitab.

“Koda ini kami harapkan dapat perkuat kehidupan spiritual para pelayan gereja, sekaligus mendu­kung pertumbuhan iman Jemaat Solagracia Ambon,” ucap Kabid Bimas Kristen Kanwil Agama Maluku, Stepanus Tia saat penye­rahan kedua kado itu.

Sebelumnya dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-33 GKRIA di Jemaat Solgracia Ambon, Ste­panus menegaskan, perjalanan 33 tahun GKRIA Solagracia merupakan perjalanan panjang yang patut disyukuri.

Keberadaan gereja hingga saat ini, bukan semata-mata karena kekuatan manusia, melainkan karena anu­gerah Tuhan. “Gereja ini ada sampai dengan saat ini, maka itu bukan karena kuat dan gagah jemaat maupun gembala­nya, namun karena anugerah Tu­han,” ucap Stepanus.

Ia mengaku, usia gereja yang semakin bertambah harus berjalan seiring dengan kedewasaan iman, kematangan organisasi dan semakin besarnya kontribusi terhadap kehi­dupan masyarakat.

Perjalanan panjang selama 33 tahun gereja ini, harus menjadi modal untuk memperkuat pelayanan, mem­bangun kebersamaan, serta mengha­dirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

“Perayaan HUT dengan tema Bertumbuh dalam Iman, Bertumbuh dalam Kasih (Kolose 2:7), menjadi momentum refleksi bagi seluruh jemaat,” tandas Stepanus.

Pertumbuhan gereja menurut Stepanus, tidak cukup diukur dari jumlah jemaat ataupun usai dari lembaga gereja itu berdiri, namun dari kualitas iman, kepedulian sosial dan kesediaan melayani sesama.

Pasalnya, iman yang bertumbuh harus berakar kuat pada firman Tu­han, sementara kasih harus diwu­judkan melalui tindakan nyata.

Ia juga mengingatkan agar, gereja tidak boleh hanya sibuk dengan aktivitas internal, tetapi harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi berkat bagi Kota Ambon serta Maluku.

“Untuk itu, saya ajak seluruh jemaat agar menjadikan perjalanan 33 tahun sebagai titik awal untuk perbarui komitmen pelayanan, sebab tantangan seperti pandemi Covid-19, tekanan ekonomi, hingga dina­mika perpindahan jemaat merupakan bagian dari perjalanan yang menguji keteguhan iman dan kebersamaan gereja,” pesannya.

Oleh sebab itu, Jemaat Solagratia Kota Ambon harus pegang teguh tiga komitmen di tahun pelayanan berikutnya yakni, pertama, komitmen terhadap firman Tuhan.

Dimana, jemaat didorong untuk membangun kebiasaan membaca dan memahami Alkitab setiap hari, bukan hanya ketika mengikuti iba­dah Minggu, sebab firman Tuhan harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.

Kedua, komitmen terhadap perse­kutuan, dimana menjaga kebersa­maan, kesetiaan beribadah, dan sa­ling menguatkan sebagai satu tubuh Kristus sangatlah penting, sebab persekutuan gereja harus menjadi ruang untuk membangun persau­daraan, bukan tempat berkembang­nya perpecahan.

Ketiga, komitmen terhadap pela­ya­nan, dimana setiap jemaat harus mengambil bagian sesuai karunia yang dimiliki. “Gereja membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja, mela­yani, dan memberikan kontri­busi nyata, bukan sekadar menjadi penon­ton dalam kehidupan berge­reja,” jelasnya.

Dirinya berharap GKRIA Solagra­cia dapat terus membangun kemit­raan dengan pemerintah dan lem­baga-lembaga gereja lainnya dalam memperkuat kerukunan, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi terhadap pembangunan kehidupan masyarakat di Maluku.

Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Wilayah Maluku, Pendeta Yanes G Tity, mengajak Jemaat Solagratia Ambon untuk memaknai perjalanan pelayanan bukan sekedar sebagai catatan waktu, melainkan sebagai rangkaian anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

“Setiap pekerjaan, doa dan hara­pan yang dipanjatkan jemaat ini merupakan bagian dari sejarah perjalanan iman. Bahkan, hal-hal sederhana yang terkadang tidak diperhitungkan manusia tetap memiliki makna dihadapan Tuhan,” ucap Pendeta Yanes.

Ketua BPJ Solagracia Ambon, Pendeta Lorina T Samloy pada kesempatan itu  memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Maluku atas perhatian yang diberikan melalui penyerahan STL dan bantuan 21 eksemplar Alkitab.

“Dukungan ini sebagai satu kado istimewa bagi perjalanan pelayanan GKRIA Solagracia yang memasuki usia ke-33 tahun,” ujarnya.

Menurut Samloy, penyerahan STL dan penyerahan bantuan Alkitab dari kanwil kemenag Maluku ini merupakan tanda, bahwa dukungan pemerintah kepada jemaat ini.

Untuk diketahui, ibadah syukur HUT ke-33 GKRIA ini turut dihadiri, Ketua dan Sekretaris PGLII Wilayah Maluku, Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ambon, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Kabupaten Tanimbar, Ketua Tim Lem­baga dan Sistem Informasi Keaga­maan Kristen, Ketua Bidang Pendi­dikan DWP Kanwil Kemenag Maluku, serta ASN Bidang Bimas Kristen Kanwil kemenag Maluku serta Ka­polsek Nusaniwe dan Ketua RT001/03 Kelurahan Nusaniwe.(S-06)

BERITA TERKAIT