SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 2 November 2026 pukul 14:10 WIT
Sumber Daya Kelautan Dibahas di Konferensi Internasional

AMBON, Siwalima.id - Ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai Negara menghadiri konferensi internasional yang digelar program pascasarjana Universitas Pattimura di salah satu hotel di Kabupaten Maluku Tengah.

Konferensi internasional ini mengusung tema “Innovative and Collaborative Approaches to Optimizing Marine, Agricultural and Archipelagic Resources for Sustainable National Development”, ini berfokus pada penguatan inovasi dan kolaborasi riset dalam pengelolaan sumber daya kelautan, pertanian, dan kepulauan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Direktur Program Pascasarjana Unpatti, Richard B. Luhulima, mengatakan, The 2nd International Conference on Environmental Science and Archipelagic Studies (ICESAS) merupakan forum ilmiah untuk membangun jejaring akademik.

Selain itu untuk bertukar penge­tahuan dan merumuskan solusi atas persoalan lingkungan serta tanta­ngan pembangunan berke­lanjutan.

Dirinya mengaku konferensi internasional menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-22  Program Pascasarjana Unpatti de­ngan menghadirkan akademisi dan peneliti Filipina, Irak, Jepang, Malaysia, India, Timor-Leste, Australia dan Hungaria.

Menurut Richard, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulau­an memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor kelautan, per­tanian dan sumber daya pe­sisir.

Namun, pemanfaatan potensi tersebut harus diimbangi dengan penguatan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta kerja sama lintas disiplin dan lintas negara.

Berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, kerentanan eko­sistem, ketahanan pangan, hingga keterbatasan penguasaan tekno­logi, membutuhkan penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut tidak cukup hanya dengan meng­andalkan sumber daya alam dan teknologi.

“Dibutuhkan inovasi, pemikiran yang bertanggung jawab, serta kolaborasi internasional yang kuat,” ungkapnya.

Richard menambahkan, keber­hasilan penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pengembangan inovasi, penyu­sunan rekomendasi kebijakan dan penerapan solusi yang berman­faat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut tam­bahnya, menghadirkan keynote speakers dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri.

Keenam pembicara tersebut adalah Wilma Latuny dari Unpatti (Indonesia), Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University (Australia), Koichi Murata dari Nihon University (Jepang), Saon Banerjee dari Bidhan Chandra Krishi Viswavidyalaya (India), Peter Starausz dari Corvinus University of Budapest (Hungaria), serta Aditya Wibawa Sakti dari Waseda University (Jepang).

Kehadiran para akademisi ter­sebut membuka ruang pertukaran pengalaman dan hasil penelitian dari berbagai bidang keilmuan.

Diskusi dalam konferensi diha­rapkan dapat memperkaya pers­pektif mengenai pengelolaan sum­ber daya alam, pengembangan pertanian, perlindungan lingku­ngan, dan pembangunan berke­lanjutan, khususnya di wilayah kepulauan.

Dari total 137 peserta lanjutnya, sebanyak 81 peserta mengikuti kegiatan secara daring (online), sedangkan 56 lainnya hadir secara langsung (onsite).

Partisipasi akademisi dari delapan negara ini lanjutnya, menjadi peluang bagi Unpatti untuk memperluas pertukaran gagasan sekaligus membangun kemitraan penelitian lintas negara.

Ia menambahkan, salah satu agenda penting ICESAS 2026 adalah penandatanganan Implementation Agreement oleh 15 ketua program studi di lingkungan Program Pascasarjana Unpatti bersa­ma mitra internasional.

Pada kesempatan itu ada pe­nandatanganan kerja sama meli­batkan Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University, Australia dan Koichi Murata dari Nihon University, Jepang.

Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tridar­ma Perguruan Tinggi melalui pene­litian bersama, peningkatan pub­likasi ilmiah internasional, pertu­karan pengetahuan, penguatan kompetensi masyarakat, serta kerja sama di bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan.

“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program kerja yang terukur sehingga memberikan manfaat bagi insti­tusi, peneliti, mahasiswa dan masya­rakat,” harapnya.

Sebelumnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Malu­ku, Hendrik Lewerissa.

Dalam sambutannya, gubernur mengajak perguruan tinggi dan pemerintah memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut dia, hasil penelitian per­guruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan tin­dakan nyata yang memberikan dam­pak langsung terhadap pe­ningkatan kesejahteraan mas­yarakat.

Dirinya berharap ICESAS dapat menghasilkan gagasan dan reko­mendasi strategis untuk mendu­kung pembangunan Malu­ku yang bijaksana, inklusif dan berke­lanjutan. 

“Pengembangan potensi kelautan, pertanian dan ekosistem pesisir Maluku membutuhkan dukungan penelitian yang kuat, inovasi sesuai kebutuhan daerah, serta kemitraan erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan,” harapnya.(S-25)

BERITA TERKAIT