SAUMLAKI, Siwalima.id - Puluhan wisatawan manca negara mengunjungi Ibukota Kabupaten Tanimbar, Kota Saumlaki, Jumat (18/9).
Kedatangan puluhan wisman tersebut menggunakan kapal pesiar MV Coral Geographer yang berbendera Australia.
Kapal tersebut membawa 69 penumpang dan sebelumnya melakukan pelayaran dari Banda. Setelah singgah di Saumlaki, kapal dijadwalkan meneruskan perjalanan menuju Australia.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki, Rodriego Diaz menjelaskan “MV Coral Geographer diperkirakan tiba di perairan Saumlaki sekitar pukul 12.00 WIT,” kata Diaz, Jumat (18/9).
Menurut dia, kapal akan mengambil posisi berlabuh di kawasan kolam Pelabuhan Saumlaki.
“Rencananya kapal akan berlabuh di area kolam Pelabuhan Saumlaki,” ujarnya.
Kedatangan kapal ekspedisi tersebut membawa puluhan wisatawan mancanegara dan menjadi bagian dari aktivitas pelayaran internasional yang melintasi wilayah perairan Kepulauan Tanimbar.
Kehadiran 69 wisatawan itu juga dapat menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Tanimbar.
“Wisatawan yang berada di Saumlaki berpeluang mengenal lebih dekat kekayaan budaya Tanimbar, destinasi wisata, kerajinan tradisional, kuliner, hingga berbagai produk ekonomi masyarakat,” terangnya.
Bagi pelaku usaha lokal, kunjungan wisatawan mancanegara dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan daerah.
Posisi geografis Tanimbar yang berada di kawasan perlintasan antara Indonesia dan Australia turut memberikan peluang bagi Saumlaki untuk dikembangkan sebagai salah satu titik persinggahan wisata bahari di kawasan timur Indonesia.
“Ini merupakan bagian dari aktivitas pelayaran internasional yang melintasi wilayah perairan Kepulauan Tanimbar,” jelas Diaz.
MV Coral Geographer sendiri dikenal sebagai kapal ekspedisi yang melayani perjalanan wisata laut di kawasan Australia dan Pasifik.
Masuknya kapal tersebut ke Saumlaki kembali menunjukkan adanya peluang bagi KKT untuk mengambil peran lebih besar dalam jalur wisata bahari internasional.
Selain mendukung konektivitas kawasan, persinggahan kapal wisata juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan jasa.
Dengan semakin terbukanya akses pelayaran internasional, Saumlaki memiliki peluang untuk memperkenalkan Tanimbar sebagai destinasi wisata bahari sekaligus pintu masuk wisatawan mancanegara di wilayah perbatasan Indonesia-Australia.(S-26)