DOBO, Siwalima.id - Puluhan sopir Angkutan Kota di Kota Dobo, mendatangi Dinas Perhubungan Aru menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan tiga trayek baru, Selasa (20/10).
Penolak kebijakan Dishub dengan mengeluarkan tiga trayek baru ini, dinilai oleh para sopir angkot sangat merugikan pendapatan mereka.
Puluhan sopir ini tiba di Dinas Perhubungan dan diterima langsung oleh Kadis Perhubungan, Benony Liesal bersama para kabid serta Kasat Lantas, Iptu Jan Soselisa serta Kasat Intel dan Kasat Sabhara Polres Aru.
Aksi puluhan sopir ini, berlangsung di lobi Dishub untuk menyampaikan penolakan secara terbuka. Aksi para sopir ini sempat tegang, namun berjalan lancar dan aman dengan mendapat pengamanan dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja.
Dalam dialog tersebut, para sopir menilai jalur baru yang dibuka minim penumpang, sehingga akan membuat setoran mereka tidak tercapai, sehingga mereka minta agar tetap menggunakan trayek yang lama.
“Biarkan trayek yang ada saja, Nanti kalau ada penumpang yang mau ke Perumahan Rakyat atau Wara pasti katong antar,” ungkap salah seorang sopir.
“Intinya kami menolak kebijakan ini,” teriak sopir lainnya.
Menanggapi hal itu, Kadis Perhubungan Benony Liesal berjanji, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada pimpinan daerah.
“Basudara dong intinya menolak, jadi saya akan sampaikan keputusan ini kepada pimpinan dulu baru nanti kami informasikan kepada bapak-bapak kembali,” jelas sang kadis.
Sebelumnya, puluhan sopir angkot ini menyampaikan 6 poin tuntutan mereka yakni, pertama, pembagian jalur tidak ada terminal, kedua, semua sopir menolak untuk pembagian jalur. Ketiga, Harus membuat sosialisasi dengan pemilik mobil dan sopir angkot.
Keempat, harus sosialisasi dengan masyarakat setempat. Kelima, pastikan ada kesepakatan sama sopir angkot dengan majikan tentang setoran sopir dalam pembagian jalur dan keenam, semua sopir angkot menolak untuk pembagian jalur.
Para sopir menegaskan, sebelum ada terminal yang jelas, sosialisasi menyeluruh kepada pemilik mobil, sopir, dan masyarakat di wilayah Wara, Perumahan Rakyat dan Kampus serta kesepakatan soal setoran dengan pemilik mobil, mereka tetap menolak pembagian jalur.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Aru menambah lagi tiga trayek angkutan kota (Angkot) bagi masyarakat Kota Dobo. Tiga trayek baru ini, mulai diberlakukan 19 Oktober 2026 yakni jalur di kawasan Wara, Perumahan Rakyat, Cabang 4, hingga area kampus.
Kadis Perhubungan Aru, Benony Liesal mengaku, optimis trayek baru ini akan berjalan efektif.
“Iya, jadi maksud dari membuat trayek ini terkait dengan masyarakat yang selama ini tidak dilayani, seperti Wara, Perumahan Rakyat, maupun di Cabang 4, kampus,” Ucap Benony.
Ia mengaku, dengan adanya pembagian trayek reguler ini, otomatis mengurangi pengeluaran biaya bagi masyarakat.
“Biasanya masyarakat naik ojek Rp 10.000 kalau naik mobil jadi Rp 5.000 dan itu tujuan yang utama,” katanya.
Untuk memastikan, kebijakan berjalan Dishub telah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT dan melakukan rapat bersama pemilik kendaraan.
“Kalau Perumahan Rakyat sudah kita sampaikan ke RT. Besok mungkin staf kita sampaikan ke Wara lagi dengan RT-RT di sekitar situ, supaya ada pemberitahuan kita mau berjalan. Diperkirakan Minggu depan,” jelasnya.
Pihaknya mencatat, saat ini terdapat 107 angkutan umum yang terdata, dengan 70 hingga 80 unit yang aktif melayani, sisanya masih dalam perbaikan.
“Agar tertib, setiap kendaraan akan diberi label khusus sesuai trayeknya, yakni kode A, B dan C, serta dilengkapi stiker tanda khusus izin operasi dari Dishub,” ungkapnya.
Dishub juga menjelaskan kode A dengan rute Pelabuhan-Rombengan-Bambu Kuning-Tugu Cend-rawasih-Sipur/Marbali (Jika Ada)-Puncak-Cabang 4-Hotel Apex-Kampus Unpatti-SMA N 1-Cabang 4-Perkantoran-RSUD Cendrawasih PP (Tidak Masuk Wara/Dewan Lama).
Kemudian kode B dengan rute Pelabuhan-Rombengan-Bambu Kuning-Tugu Cendrawasih-Sipur/Marbali (Jika Ada)-Puncak-Perkantoran-RSUD Cendrawasih PP (Tidak Masuk Wara/Dewan Lama dan Tidak Masuk Cabang 4).
Sedangkan kode C yakni Pelabuhan-Dok-Radio Pata-SMP N 1-Wara-Perkantoran-Perumahan Rakyat-Pengadilan-Penginapan Revans-RSUD Cendrawasih PP.
Khusus Trayek C, Dishub menerapkan sistem rotasi yang adil. Setiap Minggu akan ada 5 mobil yang melayani rute Wara dan Minggu berikutnya diganti dengan 5 mobil lainnya.
“Jadi semua dapat, karena dari pengusaha berpikir penumpang tidak ada. Tapi kita sampaikan kalau sudah ada reguler 1-2 bulan orang sudah tahu, orang tidak akan naik ojek, pasti naik yang murah,” jelas Kadishub.(S-11)