MASOHI, Siwalima.id - Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menemui pemerintah pusat dalam rangka memperkuat posisi Banda Neira sebagai kawasan strategis.
Pertemuan antara Sekda Malteng, Rakib Sahubawa, bersama Tim Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (6/10) itu dalam rangka menyiapkan langkah strategis untuk mendorong Banda Neira dan wilayah sekitarnya masuk dalam daftar proyek strategis nasional.
Sahubawa mengaku, dalam pertemuan tersebut tidak hanya sektor pariwisata, pengembangan Banda Neira juga diarahkan dengan mempertimbangkan aspek sejarah, budaya, konektivitas serta penguatan ekonomi masyarakat.
“Pemkab Malteng kini menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sebagai dasar pengusulan,” terangnya.
Dokumen pendukung yang disiapkan di antaranya kajian, ruang lingkup pengembangan atau scoping, serta data terukur yang mengacu pada arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029.
Selain itu juga, dokumen akan disesuaikan dengan kriteria dan mekanisme yang ditetapkan Kementerian PPN/Bappenas.
Menurutnya, setelah tahapan persiapan di tingkat kabupaten rampung, usulan tersebut akan ditempuh melalui pemerintah provinsi kemudian akan diteruskan kepada Kemendagri dan Kementerian PPN/Bappenas.
“Kita menargetkan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” urainya.
Dengan demikian, usulan Banda Neira sebagai PSN diharapkan memiliki dasar kajian dan data yang kuat, sekaligus dapat membuka ruang percepatan pembangunan kawasan serta memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga menempatkan pengembangan Banda Neira tidak semata pada pembangunan fisik, tetapi sebagai bagian dari penguatan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya sekaligus potensi ekonomi dan pariwisata.(S-17)