AMBON, Siwalimanews – Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Pemprov Maluku segera menerapkan pemberlakuan jam malam di Kota Ambon.
Langkah ini dilakuÂkan untuk membatasi warga berada luar di rumah. Jam malam akan berlaku pukul 20.00 hingga 05.00 WIT.
Gugus Tugas PerÂceÂpatan PenangguÂlaÂngan Covid-19 ProvinÂsi MaÂluku telah meÂminta PemÂkot Ambon untuk melaÂkukan soÂsiaÂlisasi kepaÂda masÂyaÂrakat sebelum jam malam diberlakuÂkan.
Ketua Gugus Tugas Percepatan PenangguÂlangan Covid-19 MaÂluku, Kasrul Selang menegaskan, saat jam diberlakukan, maka warga yang kedapatan keluyuran di jalan-jalan akan dipaksa pulang ke rumah.
âBagi warga yang keluyuran atau nongkrong di jalan-jalan utama Kota Ambon akan dibubarkan,â tandas Kasrul, kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Minggu (29/3).
Kasrul mengatakan, pemberlaÂkuan jam malam sudah dibahas guÂgus tugas dengan Biro PemerinÂtaÂhan Setda Maluku, dan sudah diÂsamÂpaikan ke gugus tugas Kota Ambon.
âKita mau jam 8 malam dan kami berharap Pemkot Ambon segera sosialisasikan sebelum diberlakuÂkan, sehingga masyarakat tidak kaÂget,â ujar Kasrul.
Ia menjelaskan, saat jam malam berlaku warga boleh beraktivitas di lingkungan masing-masing, tetapi tidak boleh di jalan-jalan di Kota Ambon.
âMasyarakat boleh beraktititas di dalam lingkungannya, tetapi yang berkumpul di ruas jalan utama akan kita bubarkan. Soal waktu pelaksaÂnaan sedang dikoordinasikan deÂngan Pemkot Ambon,â kata Kasrul.
Sementara Ketua Gugus Covid-19 Kota Ambon, Syarif Hadler yang dihubungi Siwalima melalui telepon selulernya Minggu (29/3) malam, mengaku, sosialiasi pemberlakuan jam malam sedang dilakukan. âMaÂsih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat,â ujarnya.
Sosialisasi melibatkan tim dari Polresta Ambon, Kodim, dan Satpol PP Kota Ambon
âHimbauan juga disampaikan keÂpada masyarakat untuk tetap berada di rumah. Kita sudah disampaikan ke RT RW. Kita masih sosialisasi, dan nantinya akan dikoordinasikan lagi dengan gugus tugas provinsi,â kata Hadler.
Rapid Test dan APD Tiba
Sebanyak 2000 rapid test dan 2000 alat pelindung diri (APD) bagi medis tiba di Ambon pada Sabtu (28/3).
Ribuan rapid test dan APD sebanyak 40 koli itu diterima BPBD Maluku, dan langsung dibawa ke gudang Dinas Kesehatan Maluku.
Ketua Gugus Tugas Percepatan PenaÂnggulangan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang mengatakan, rapid test dan APD ini akan segera didisÂtribusikan ke 11 kabupaten/kota di Maluku.
âRapid test dan alat APD kita suÂdah ada, kini sudah disimpan di guÂdang milik Dinas Kesehatan Maluku, besok kita distribusikan,â ujar Kasrul.
Soal jumlah yang akan didistriÂbusikan ke tiap kabupaten dan kota, menurut Kasrul, Dinas Kesehatan sudah punya hitungan. Keluarga teÂnaga medis yang menangani pasien corona ataupun orang dalam pemanÂtauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD dr. M Haulussuy dan rumah sakit lainnya akan lebih dulu dites. âKita akan tes awal bagi keluarga tenaga medis,â tandasnya.
Kasrul juga menjelaskan, selain Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Asrama Haji di Waiheru, Balai Diklat Pertanian, LPMP Poka, Balai Diklat Perikanan juga telah disiapkan sebagai rempat karantina.
âUntuk asrama haji dan Balai Diklat Pertanian akan menjadi temÂpat karantina bagi orang luar MaÂluku yang tiba dengan menggunaÂkan pesawat atau kapal. Sementara untuk LPMP dan Balai Diklat PeriÂkanan untuk orang dengan keluhan panas dan butuh pemeriksaan. KaÂlau keluhan naik seperti demam dan sesak napas akan pindahkan ke BPSDM dan kalau statusnya naik langÂsung dirujuk ke RSUD dr. HauÂlussy dan dr. RSU Johanes LeiÂmena,â terangnya.
Ia meminta masyarakat tidak panik menghadapi virus corona. Yang terÂpenting, masyarakat mengikuti anjuÂran pemerintah. âKita terus edukaÂsikan kepada masyarakat, tidak boleh panik berlebihan,â ujarnya.
Bayi 8 Bulan Bertatus PDP
Dinas Kesehatan Maluku memasÂtiÂÂkan seorang bayi berumur 8 bulan, warga Kota Tual menjadi PDP. Ia kini dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku TengÂgara.
Kedua orang tua bayi ini yang berstatus ODP juga sudah diisolasi di rumah sakit tersebut.
âBenar ada 1 pasien PDP umur 8 bulan yang kini diisolasi di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur,â kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Maluku, Meikyal Pontoh yang dikonfirmasi Siwalima, Sabtu (28/3).
Ia mengaku, tim medis sudah meÂngambil spesimen dari bayi tersebut dan telah dikirim ke Badan Litbang Kementerian Kesehatan. âKita lagi nunggu hasil dari Litbang Kemkes,â ujarnya.
OPD dan PDP Meningkat
Jumlah ODP dan PDP di Maluku maÂsih terus naik. Sampai dengan Sabtu 28 Maret pukul 12.00 WIT jumlah OPD di Maluku sebanyak 116 orang.
Pontoh merincikan di Kota Ambon, jumlah ODP sebanyak 34 orang, Kabupaten Malteng 6 orang, Kabupaten SBB 17 orang, KabupaÂten SBT 1 orang, Kabupaten Buru 17 orang, Buru Selatan 2 orang, Kota Tual 4 orang, Kabupaten Maluku TengÂgara 2 orang, Kabupaten KepuÂlauan Tanimbar 28 orang, dan KabuÂpaten Kepulauan Aru 7 orang.
Sebelumnya pada Jumat (27/3) hingga pukul 12.00 WIT jumlah ODP di Maluku 104 orang.
Sedangkan PDP naik menjadi 7 orang. Masing-masing di Kota Ambon tiga orang, satu di Kabupaten Maluku Tengah, dua orang di KabuÂpaten Kepulauan Aru dan 1 orang dari Kota Tual.
âSebelumnya PDP hanya di Kota Ambon tiga orang dan Kabupaten Maluku Tengah satu orang, sekaÂrang sudah bertambah dua orang dari Kabupaten Kepulauan Aru serta 1 dari Kota Tual ,â jelas Pontoh. (S-39)