AMBON, Siwalima.id - Bertambahnya armada angkut, Pemerintah Kota Ambon berjanji akan mengoptimalkan penanganan sampah di sejumlah wilayah yang belum maksimal dijangkau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz mengaku, penambahan armada tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah meningkatkan pelayanan.
Dikatakan dengan bertambahnya armada ukuran kecil, proses pengangkutan sampah dapat dilakukan lebih optimal.
Penguatan armada juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Ambon menjaga kebersihan kota di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.
Selain penambahan kendaraan, Pemkot Ambon tengah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Toisapu yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF), sehingga sampah dapat diolah dan memiliki nilai ekonomis.
Meski demikian, ia mengakui pengelolaan sampah masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya di kawasan Tanjakan 2000.
“Sampah masih dibuang kembali oleh masyarakat, setelah petugas melakukan pengangkutan pada pagi hari,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya meminta masyarakat tidak membuang sampah setelah pukul 07.00 WIT dan memanfaatkan fasilitas pembuangan yang telah disediakan.
Pemkot Ambon juga tetap menerapkan langkah persuasif, disertai sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan pengelolaan sampah dan limbah.
”Jadi sejumlah rumah makan bahkan telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 karena pengelolaan sampah yang dinilai belum sesuai ketentuan,” ungkapnya.(S-30)