DOBO, Siwalimanews – Sikapi kondisi gelombang demonstrasi diberbagai daerah yang berujung jatuhnya korban jiwa dan harta benda, maka sejumlah OKP bersama Pemkab Aru menggelar doa damai untuk negeri.
Doa damai untuk negeri yang digelar, Rabu (3/9) malam di halaman Kantor Bupati itu, diikuti seluruh pemuka agama, pimpinan forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat hingga RT/RW yang ada di dalam Kota Dobo.
Doa damai yang dipimpin tiga tokoh agama, yakni, Ketua MUI Aru, Wakil Uskup Wilayah Aru dan Ketua Klasis Pulau pulau Aru itu, bertujuan untuk menciptakan sebuah momen haru yang merefleksikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan perpecahan.
Bupati Aru Timotius Kaidel pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan OKP bersama seluruh elemen masyarakat, yang telah menginisiasi serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.
âKebersamaan lintas iman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah situasi nasional yang sedang mengalami dinamika social saat ini sangatlah penting. Kita semua prihatin atas berbagai peristiwa yang terjadi di sejumlah daerah,” ucap bupati.
Untuk itu, bupati mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan doa damai ini sebagai momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa dan memperkuat komitmen menjaga Kabupaten Aru tetap aman, damai dan kondusif.
Oleh sebab itu, hentikan sikap diskriminatif dengan menghargai perbedaan suku, ras, agama serta patuh terhadap peraturan yang berlaku, sebagai upaya menjaga keamanan dan perdamaian. Selain itu, tidak menyalahgunakan kekuasaan dan memperhatikan masyarakat rentan.
Pemkab Aru, bersama TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat, berkomitmen menjaga stabilitas daerah.
“Saya pastikan seluruh aktivitas masyarakat seperti pendidikan, ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik,” janji bupati.
Bumi Jargaria kata bupati, harus menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang. Untuk itu, semua harus bergandengan tangan dari ujung Batu Goyang sampai ujung Warialau menyampaikan pesan damai kepada semua masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan untuk organisasi kepemudaan untuk aktif menyebarkan semangat kebersamaan dan menjaga ketertiban lingkungan.
“Mari kita jaga Jargaria sebagai daerah yang aman, tentram dan penuh toleransi melalui komunitas iman sebagai simbol persatuan dan harapan bersama untuk Indonesia yang damai dan Jargaria yang kondusif,” ajak bupati.
Disamping itu, kerukunan dan toleransi harus terus dirawat guna memperkokoh persatuan dan kesatuan sehingga bangsa ini dapat menjadi bangsa yang bersatu, bangsa yang maju, bangsa yang besar.
“Mari kita berdoa dari Jargaria untuk Indonesia,” pinta bupati.
Untuk diketahui dalam doa bersama itu juga diselingi dengan penyalaan lilin secara serentak. Serta diisi dengan atraksi singkat dari Rumah Sastra Arafura dan menyanyikan lagu kebangsaan tanah airku.(S-11)