AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Suwondo Nainggolan berjanji akan tetap menjaga perdamaian yang telah dibangun selama ini dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, adil dan sejahtera.
Hal ini disampaikan Kapolda saat kunjungan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Mapolda Maluku kemarin.
Dalam rilis Humas Polda Maluku yang diterima, Selasa (3/11) menyebutkan pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu membahas keberlanjutan perdamaian Maluku pascakonflik sosial 1999, penguatan persatuan, penegakan hukum, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.
Kapolda mengatakan, perdamaian yang telah dibangun melalui Perjanjian Malino II harus menjadi pondasi untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, adil dan sejahtera.
Menurut Kapolda, perdamaian tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan nyata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Perdamaian Maluku bukan sekadar warisan sejarah yang harus dikenang, tetapi amanah bersama yang harus dijaga dan diterjemahkan menjadi kemajuan nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas keamanan merupakan salah satu prasyarat penting agar masyarakat dapat mengembangkan potensi daerah, memperoleh kesempatan ekonomi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kapolda juga menyoroti tawuran antar kelompok pemuda yang harus ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum.
Menurutnya, setiap kejadian kriminalitas tidak boleh secara otomatis dikaitkan dengan konflik sosial 1999 karena hal tersebut justru berpotensi membangkitkan kembali sensitivitas di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, proporsional, dan berkeadilan.
Selain pendekatan hukum, penanganan konflik juga membutuhkan perhatian terhadap persoalan sosial dan ekonomi, termasuk pengangguran, kemiskinan, serta terbatasnya aktivitas positif bagi generasi muda.
“Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dalam kegiatan wisuda di sejumlah wilayah, Polda Maluku juga menyiapkan sekitar 500 personel pengamanan,” ujarnya.
Selain membahas keamanan, pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya membangun Maluku.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah rencana kerja sama dengan UPN Veteran Yogyakarta untuk mendukung pendidikan dan peningkatan kompetensi putra-putri Maluku, khususnya di bidang pertambangan.
Kapolda menilai, pembangunan daerah harus memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda lokal untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, pekerjaan, dan kesempatan ekonomi.
Sedangkan dalam pertemuan bersama para tokoh Forum Malino II, Jusuf Kalla mengingatkan perdamaian yang telah terwujud di Maluku harus menjadi jalan menuju kemakmuran.
Ia mengatakan, pengalaman konflik masa lalu harus menjadi pembelajaran agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan tertentu yang dapat mempertajam perbedaan antar kelompok.
Menurut Kalla, persoalan ekonomi dan politik turut menjadi bagian dari dinamika yang melatarbelakangi konflik sosial di Maluku pada masa lalu.
Karena itu, masyarakat perlu mengarahkan perhatian pada pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan persaudaraan.
Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi Maluku, mulai dari rempah-rempah, perikanan, pertanian, pertambangan emas hingga pengembangan Blok Masela.
“Pengelolaan potensi tersebut harus diikuti peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan di daerahnya sendiri,” pesannya.
Ia menilai pendidikan dan keterampilan generasi muda harus menjadi perhatian utama agar putra-putri daerah memiliki kemampuan untuk terlibat langsung dalam berbagai sektor ekonomi.
“Perdamaian merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Namun, kemakmuran juga harus disertai keseimbangan, pemerataan dan keadilan,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh Forum Malino II juga menyampaikan masukan terkait pemerataan keadilan, penegakan hukum, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan komoditas unggulan daerah seperti cengkeh dan pala.
Dalam diskusi bersama tokoh Forum Malino II, sejumlah persoalan keamanan dan sosial di Maluku turut menjadi perhatian.(S-25)