AMBON, Siwalimanews – Komisi VII DPR memastikan akan mengawal proses percepatan penyaluran BBM satu harga di 82 titik penyalur BBM satu harga di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mlauku Barat Daya (MBD).
Penyaluran BBM satu harga dilakÂsanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui DirekÂtorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
âJadi memang kita memberikan perhatian serius terhadap wilayah yang mendapat penempatan agen penyalur BBM satu harga, terutama di MBD,â jelas anggota Komisi VII DPR, Mercy Barends kepada wartaÂwan di sela-sela reses dan acara syukuran anggota DPR Dapil Maluku, yang berlangsung di Baileo OikuÂmene, Sabtu (7/3).
Menurutnya, Kabupaten MBD menjadi perhatian karena merupakan kabupaten pemekaran paling terakhir, sehingga masih banyak sekali inÂfrastruktur yang harus dipersiapkan dalam kerangka memperkokoh ketaÂhanan energi daerah.
Kesiapan BBM satu harga, lanjutÂnya, semua ini sedang diproses dan setahu dirinya urusan penyaluran sementara antara PT Pertamina dengan BPH Migas.
Setelah proses MoU, lanjutnya, kini PT Pertamina bersama dengan BPH Migas sedang mempersiapkan kuota, kelengkapan dokumen maupun perizinannya.
âSedang dibicarakan soal alokasi kuotanya, kemudian dari sisi kesiapan dokumen, izin dan kami dari komisi berharap dapat diselesaikan dalam waktu dekat,â tandasnya.
Penyaluran BBM 1 Harga
Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi meneÂtapkan, Kabupaten MBD sebagai salah satu daerah penyaluran BBM satu harga.
Penetapan ini berdasaran SK Dirjen Migas Nomor: 0008.K/DJM.0/2020 tentang lokasi tertentu untuk penÂdistribusian jenis bahan bahar minyak tertentu dan jenis bahan bahar minyak khusus penugasan tahun 2020-2024.
Untuk menetapkan lokasi penyaÂluran BBM satu harga, Kementerian ESDM, BPH Migas mengundang Bupati MBD Benyamin Thomas Noach untuk melakukan rapat koordinasi pada Rabu (29/1), di auditorium BPH Migas, Jalan Kapten Piere Tendean, Jakarta Selatan.
Dalam rapat itu di tetapkan untuk tahun 2020, Kabupaten MBD menÂdapatkan dua lokasi tertentu untuk pendistribusian jenis bahan bakar minyak tertentu dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan yaitu Kecamatan Wetar Utara dan KecaÂmatan Pulau-pulau Babar.
Bupati MBD, Benyamin Noach yang dikonfirmasi Siwalima, Kamis (30/1) mengaku, bersyukur atas pemberian jatah dua lokasi khusus pendistribusian BBM satu harga di kabupaten yang dipimpinnya.
Jaring Aspirasi
Anggota DPR daerah pemilihan Maluku, Marcy Barends melakukan reses dengan menjaring aspirasi maÂsyarakat Maluku.
Reses yang dipusatkan di Baileo Oikumen, Sabtu (7/3) mendapatkan begitu banyak masukan dari maÂsyarakat yang hadir dalam reses tersebut, tidak hanya sekda, Kasrul Selang, Komisi VII akan Kawal PenyaÂluran BBMÂ Satu Harga atau Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury tetapi juga mahasiswa.
Sejumlah masalah yang disamÂpaikan diantaranya, masalah pendiÂdikan, kelistrikan di pulau terluar menjelang pelaksanaan ujian nasional, RUU Ketahanan Keluarga, PI 10 Persen Blok Masela, pembangunan PLTU waai serta, masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni di Maluku.
Terkait dengan masalah pendidikan, Mercy mengungkapkan dari sisi kuantitas, rengking kemajuan pendiÂdikan yang dimiliki oleh Provinsi Maluku adalah yang paling menceÂmaskan.
âPendidikan untuk SD, SMP, SMA nomor 3 terbawa dari 34 provinsi di Indonesia. Sementara kalau untuk pendidikan taman kanak-kanak paling mencemaskan,â ujar kata Mercy.
Sementara terkait dengan RUU Ketahanan Keluarga, banyak sekali terjadi kontroverial karena ada pasal yang terkesan mendiskriminasi posisi dan peran strategis perempuan.
âKami memberikan pertimbangan sangat serius, karena belum saatnya kita membicarakan tentang masih membedakan peran dan posisi laki-laki di wilayah publik maupun domestik, tetapi saatnya kita mengurus keluarga secara bersama-sama bangs dan negara,â tegasnya.
Terkait dengan PI 10 persen Blok Masela itu mengaku kalau komisi memastikan sudah disetujui pemerinÂtah pusat. Dan PI 10 persen itu milik Maluku dan sudah disetujui pemeÂrintah pusat.
Sementara terkait dengan kesiapan listrik di sejumlah daerah di Maluku menjelang pelaksanaan ujian nasioÂnal, ia mengaku ada sejumlah wilayah yang memang belum bisa diterangi listrik.
Ditambahkan terkait dengan PLTU Waai, Kabupaten Malteng, komisi saat ini sedang berusaha mendorong PLTP Panas Bumi yang terletak di antara Tulehu dan Suli.
âIni proyek PLTU Waai mangkrak dan sekarang tidak berjalan, padahal pemerintah sudah mengeluarkan biaya cukup besar yakni Rp.800 miliar tetapi tidak dilaksanakan,â tegasnya.
Kenyataan terjadi manipulasi, karena dana sudah cair 100 persen kenyataan di lapangan tidak sesuai kenyataan dan kontraktor sudah dijatuhi hukuman terkait pembanguÂnan PLTU Waai.
âJadi kami mendorong pembanguÂnan PLTP Panas Bumi Tulehu yang kita pastikan bisa menjawat kebutuhan listrik di Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease,â katanya.
Sumber listrik di Pulau Ambon saat ini masih menggunakan kapal Turki yang ada ditulehi. Dan kapal listrik ini mensuplai 80 persen listrik di Pulau Ambon.
âKapal ini kalau telah selesai masa tugas kemudian tidak diperpanjang maka Pulau Ambon bisa gelap gulita,â tegasnya. (Mg-6)