SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Selasa, 15 September 2026 pukul 13:33 WIT
Kepulauan Tanimbar Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

SAUMLAKI, Siwalima.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Kepulauan Ta­nimbar mengeluarkan pemberita­huan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi lingkungan yang cenderung kering dan berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Tanimbar, Ambrosius Sabono, mengimbau warga tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.

“Kami menghimbau seluruh mas­yarakat tetap waspada dan tidak membakar hutan maupun lahan. Karhutla dapat terjadi kapan saja, terutama pada musim kemarau,” kata Ambrosius kepada Siwalima di Saumlaki, Senin (14/9).

Menurutnya, kewaspadaan mas­ya­rakat sangat diperlukan karena kebakaran yang awalnya berskala kecil dapat dengan cepat meluas apa­bila kondisi lingkungan men­dukung penyebaran api.

BPBD Tanimbar dalam pembe­ritahuannya menggunakan sejumlah indikator untuk memantau potensi bahaya Karhutla.

Indikator tersebut meliputi Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Duff Moisture Code (DMC), Initial Spread Index (ISI) dan Fire Weather Index (FWI).

Pemberitahuan BPBD tertanggal 13 September pukul 10.00 WIT tersebut menjadi salah satu referensi dalam melihat tingkat kekeringan bahan bakar, kemudahan penyeba­ran api serta potensi intensitas kebakaran.

Ambrosius mengatakan, pence­gahan tidak hanya menjadi tang­gung jawab pemerintah, tetapi membutuh­kan keterlibatan masya­rakat.

“Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Pencegahan jauh lebih penting sebelum api membesar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menim­bulkan api di kawasan yang kondisi vegetasinya kering.

“Jangan membakar lahan semba­rangan dan jangan membuang pun­tung rokok di tempat yang kering. Hal-hal kecil seperti itu dapat men­jadi pemicu kebakaran,” ingatnya.

Masyarakat juga diminta terus mem­perhatikan perkembangan cua­ca dan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Apabila menemukan asap maupun titik api masyarakat diminta segera melapor agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

“Kalau masyarakat melihat ada asap atau titik api, segera laporkan ke­pada pihak berwenang. Jangan menunggu sampai api membesar,” harapnya.

Untuk informasi dan pelaporan terkait potensi Karhutla, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kepu­lau­an Tanimbar melalui nomor 0812-4771-3303, 0823-9893-7189, atau 0853-8659-1440.

BPBD menegaskan, pemberita­huan potensi Karhutla tersebut me­rupakan bagian dari upaya mitigasi dan kewaspadaan dini.  Perkemba­ngan cuaca serta kondisi lingkungan tetap perlu dipantau secara berkala.

“Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan ber­sama-sama mencegah terjadinya Kar­hutla di Tanimbar,” tutupnya. (S-26)

BERITA TERKAIT