SIWALIMA.id > Berita
Online | Selasa, 3 November 2026 pukul 18:32 WIT
HUT Kota Masohi Diwarnai Insiden

MASOHI, Siwalima.id – Peringatan HUT ke-69 Kota Masohi, diwarnai insiden yang mencoreng kekhidmatan ritual adat dan tradisi tahunan masyarakat Maluku Tengah.

Upacara yang berlangsung di Tribun Lapangan Nusantara, Kota Masohi, Selasa (3/11), mendadak ricuh setelah pasukan cakalele dari Negeri Lounussa Maatita, Kecamatan Amahai, melayangkan protes saat prosesi penyerahan Pataka Pamahanu-Nusa berlangsung.

Insiden tersebut bahkan membuat sejumlah tamu VIP yang berada di podium utama berhamburan meninggalkan tempat duduk mereka untuk menghindari situasi yang sempat memanas.

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam upacara tersebut, diantaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta, Wakil Bupati Buru serta tamu undangan lainnya.

Informasi yang dihimpun Siwalima.id menyebutkan, insiden bermula ketika prosesi penyerahan Pataka Pamahanu-Nusa selesai dilaksanakan. Sebagaimana tradisi setiap tahun, penyerahan pataka kemudian diiringi tarian cakalele sebagai bagian dari ritual adat peringatan HUT Kota Masohi.

Namun, ketika para penari masih mempertunjukkan tarian cakalele dengan iringan tabuhan tifa dan tiupan tahuri, tiba-tiba panitia memutar lagu yang kemudian diikuti nyanyian paduan suara.

Perubahan iringan tersebut diduga mengganggu konsentrasi para penari yang masih menjalankan prosesi adat. Mereka pun merasa tersinggung dan melayangkan protes terhadap panitia.

Situasi semakin memanas ketika sejumlah penari cakalele yang tidak menerima perubahan iringan tersebut kemudian bergerak menuju podium utama.

Meski berlangsung dalam waktu singkat, insiden itu sontak mengundang kepanikan. Para tamu VIP yang berada di podium utama memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Peristiwa ini menjadi catatan serius dalam pelaksanaan peringatan HUT Kota Masohi. Sebab, ritual adat yang seharusnya menjadi bagian sakral dan penuh penghormatan terhadap tradisi masyarakat justru berakhir dengan insiden akibat persoalan teknis penyelenggaraan.

Beruntung, situasi dapat segera dikendalikan. Upacara peringatan HUT ke-69 Kota Masohi kemudian kembali dilanjutkan hingga selesai.

Bupati Minta Maaf

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dalam rangkaian upacara tersebut.

Bupati mengaku, kejadian itu merupakan kesalahan teknis panitia dan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan.

"Kami sangat menyesalkan kejadian hari ini. Tentu ini kesalahan teknis oleh panitia dan kami akan mengevaluasi masalah ini agar tidak terjadi di waktu-waktu mendatang,” ucap Zulkarnain.

Bupati juga mengingatkan, masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar terkait insiden tersebut.

Menurutnya, kejadian itu bukan merupakan aksi penyerangan maupun gangguan keamanan yang secara khusus mengancam keselamatan dirinya ataupun para tamu undangan. Insiden tersebut murni dipicu kesalahan teknis panitia dalam mengatur jalannya prosesi.

"Jangan sebarkan informasi hoaks dan tidak benar yang sifatnya memprovokasi dan memperkeruh situasi. Ini murni kesalahan teknis panitia," tegas bupati.

Kendati demikian, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan panitia penyelenggara. Pasalnya, peringatan hari bersejarah Kota Masohi semestinya menjadi momentum memperkuat persatuan, menghormati adat istiadat serta menjaga marwah budaya masyarakat Maluku Tengah.(S-36)

BERITA TERKAIT