SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Senin, 19 Oktober 2026 pukul 14:00 WIT
Kabut Asap, Nelayan SBT Diimbau tak Berlayar

BULA, Siwalima.id - Ketua DPRD Seram Bagian Timur, Risman Sibualamo, menyarankan nelayan tidak memaksakan melaut di tengah kabut asap yang melanda hampir semua wilayah di Maluku.

Banyak peristiwa kecelakaan di laut akibat terbatasnya jarak pan­dang masyarakat dan dapat mem­bahayakan keselamatan nelayan.

“Keselamatan harus menjadi prio­ritas utama, sebelum memutuskan untuk melaut. Kabut asap berpo­tensi mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan nelayan dalam me­nentukan arah pelayaran dan mene­mukan jalan kembali menuju dara­tan,” terang Sibualamo kepada war­ta­wan di kantornya, Sabtu (17/10).

Oleh karena itu, para nelayan di­minta untuk memastikan seluruh peralatan navigasi dan keselamatan tersedia berfungsi dengan baik se­belum melakukan aktivitas penang­kapan ikan.

Selain itu perlu memastikan keter­sediaan kompas, GPS, alat komu­nikasi, life jacket, serta perlengkapan keselamatan lainnya sebelum be­rangkat melaut.

“Peralatan tersebut memiliki peran penting dalam membantu nelayan me­nentukan posisi, menjaga komu­nikasi dan mengantisipasi kemung­kinan keadaan darurat selama berada di laut,” ujarnya.

Karena itu, nelayan diharapkan tidak hanya mengandalkan perkiraan atau pengalaman berlayar, tetapi juga memanfaatkan alat navigasi yang tersedia untuk memastikan perjalanan berlangsung lebih aman.

Selain mempersiapkan peralatan keselamatan, ia meminta para nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca dan situasi perairan sebelum memutuskan untuk melaut.

“Nelayan juga diharapkan tidak memaksakan diri berlayar, apabila jarak pandang sangat terbatas atau kondisi laut dinilai membahayakan keselamatan. Jika situasi tidak me­mungkinkan, menunda keberangka­tan merupakan langkah bijak,” sarannya.

Orang nomor satu di DPRD SBT, juga mengimbau para pemilik perahu dan kelompok nelayan agar mem­bangun komunikasi yang baik sebe­lum dan selama aktivitas melaut.

Nelayan juga sebaiknya menyam­paikan informasi mengenai lokasi penangkapan ikan, perkiraan waktu kembali, serta jumlah awak yang ikut berlayar kepada keluarga atau pihak terkait di daratan.

“Langkah ini penting untuk memudahkan pemantauan dan mempercepat upaya pertolongan apabila terjadi keadaan darurat,” tuturnya.

Nelayan juga perlu membawa persediaan bahan bakar, lampu pe­nerangan, serta perlengkapan pen­du­kung lainnya sesuai kebutuhan per­jalanan agar dapat meng­antisi­pasi situasi yang tidak diinginkan.

“Perlengkapan keselamatan lain­nya, seperti senter, obat-obatan dan kebutuhan darurat, juga perlu di­siapkan sebelum kapal mening­galkan pesisir,” katanya.

Ia berharap pemda SBT bersama instansi terkait dapat terus mening­katkan perhatian terhadap kesela­ma­tan nelayan, khususnya selama kondisi kabut asap masih meng­ganggu aktivitas masyarakat.(S-27)

BERITA TERKAIT