BULA, Siwalima.id - Ketua DPRD Seram Bagian Timur, Risman Sibualamo, menyarankan nelayan tidak memaksakan melaut di tengah kabut asap yang melanda hampir semua wilayah di Maluku.
Banyak peristiwa kecelakaan di laut akibat terbatasnya jarak pandang masyarakat dan dapat membahayakan keselamatan nelayan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, sebelum memutuskan untuk melaut. Kabut asap berpotensi mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan nelayan dalam menentukan arah pelayaran dan menemukan jalan kembali menuju daratan,” terang Sibualamo kepada wartawan di kantornya, Sabtu (17/10).
Oleh karena itu, para nelayan diminta untuk memastikan seluruh peralatan navigasi dan keselamatan tersedia berfungsi dengan baik sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Selain itu perlu memastikan ketersediaan kompas, GPS, alat komunikasi, life jacket, serta perlengkapan keselamatan lainnya sebelum berangkat melaut.
“Peralatan tersebut memiliki peran penting dalam membantu nelayan menentukan posisi, menjaga komunikasi dan mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat selama berada di laut,” ujarnya.
Karena itu, nelayan diharapkan tidak hanya mengandalkan perkiraan atau pengalaman berlayar, tetapi juga memanfaatkan alat navigasi yang tersedia untuk memastikan perjalanan berlangsung lebih aman.
Selain mempersiapkan peralatan keselamatan, ia meminta para nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca dan situasi perairan sebelum memutuskan untuk melaut.
“Nelayan juga diharapkan tidak memaksakan diri berlayar, apabila jarak pandang sangat terbatas atau kondisi laut dinilai membahayakan keselamatan. Jika situasi tidak memungkinkan, menunda keberangkatan merupakan langkah bijak,” sarannya.
Orang nomor satu di DPRD SBT, juga mengimbau para pemilik perahu dan kelompok nelayan agar membangun komunikasi yang baik sebelum dan selama aktivitas melaut.
Nelayan juga sebaiknya menyampaikan informasi mengenai lokasi penangkapan ikan, perkiraan waktu kembali, serta jumlah awak yang ikut berlayar kepada keluarga atau pihak terkait di daratan.
“Langkah ini penting untuk memudahkan pemantauan dan mempercepat upaya pertolongan apabila terjadi keadaan darurat,” tuturnya.
Nelayan juga perlu membawa persediaan bahan bakar, lampu penerangan, serta perlengkapan pendukung lainnya sesuai kebutuhan perjalanan agar dapat mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan.
“Perlengkapan keselamatan lainnya, seperti senter, obat-obatan dan kebutuhan darurat, juga perlu disiapkan sebelum kapal meninggalkan pesisir,” katanya.
Ia berharap pemda SBT bersama instansi terkait dapat terus meningkatkan perhatian terhadap keselamatan nelayan, khususnya selama kondisi kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat.(S-27)