AMBON, Siwalimanews – Hasil tes spesimen 31 tenaga medis RSUD dr. M Haulussy Ambon di Laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan, negatif terserang virus corona atau Covid-19.
Puluhan tenaga meÂdis ini yang merawat pasien 01 positif terÂjangkit virus corona dan pasien dalam peÂngÂawasan (PDP). Hasil tes lab itu, merupakan kabar baik yang patut disyukuri.
âHasil kita sudah teÂrima, dari 63 spesiman yang dikirim, 31 hasil laboratoriumnya negaÂtif khusus untuk tim medis,â kata Ketua GuÂgus Percepatan PenaÂngÂgulangan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di posko gugus tugas, lanÂtai VI Kantor guberÂnur Maluku, Selasa (31/3).
Kasrul mengatakan, hasil tes laboratorium spesimen 31 tenaga medis itu menÂjadi berita baik bagi pemerintah maupun masyarakat Maluku.
âKita bersyukur mereka yang beÂkerja menyembuhkan pasien siang maÂÂlam ini hasil labnya negatif,â ujarÂnya.
Kasrul mengatakan, kondisi paÂsien 01 dan tiga PDP yang dirawat di RSUD dr. M Haulussy sudah memÂbaik. Bahkan tim dokter sudah melakukan tes menggunakan rapid test, dan hasilnya negatif. Tetapi haÂrus menunggu hasil tes dari LitÂbangkes Kementerian Kesehatan.
âMemang hasil tes menggunakan rapid test itu negatif, tetapi kita tidak bisa pulangkan mereka karena harus meÂnunggu hasil lab dari Badan LitÂbang Kementerian Kesehatan,â ujarnya.
Ditanya soal spesimen milik 14 rekan pasien 01, kata Kasrul, saat ini belum diterima. âBelum ada, yang diterima hanya 31 tenaga medis saja, yang hasilnya negatif,â jelasnya.
Kasrul menambahkan, Pemprov Maluku mendapat lagi 6000 rapid test dari pemerintah pusat, setelah sebelumnya mendapatkan 2000 buah dan 2000 alat pelindung diri (APD).
âTadi sudah tiba bantuan 6000 rapid test dan akan kita pakai untuk tes awal kepada masyarakat dan keÂluarga tim medis rumah sakit,â ujarnya.
Jumlah ODP dan PDP Tetap
Hingga Selasa (31/3), pukul 12.00 WIT, jumlah orang dalam pemanÂtauan (ODP) di Maluku tidak mengÂalami peningkatan. Tetap pada jumlah 124 orang.
âMemang jumlah ODP di Maluku hari ini sama dengan jumlah pada hari Senin, atau belum mengalami perubahan,â kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Maluku, Maikyal Pontoh kepada Siwalima, Selasa (31/3).
Ia merincikan Kota Ambon sebaÂnyak 34 orang, Kabupaten Malteng 6 orang, Kabupaten SBB 17 orang, Kabupaten SBT 1 orang, Kabupaten Buru 20 orang, Kabupaten Buru SelaÂtan 5 orang, Kota Tual 8 orang, KaÂbupaten Maluku Tenggara 2 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 23 orang, Kabupaten MBD 1 orang dan Kabupaten Kepulauan Aru 7 orang.
Jumlah PDP juga tetap, yaitu 7 orang. Masing-masing di Kota Ambon tiga orang, satu di Kabupaten Maluku Tengah, dua orang di KabuÂpaten Kepulauan Aru dan 1 orang dari Kota Tual.
Gubernur Himbau
Gubernur Maluku, Murad Ismail menghimbau masyarakat di Maluku dan masyarakat Maluku yang beÂrada di luar untuk tidak pulang kampung saat mudik Lebaran nanti.
Himbauan gubernur ini untuk sama-sama mencegah penyebaran virus corona.
âBasudara masyarakat Maluku khususnya basudara dari berbagai daerah tidak pulang kampung. BeÂlajar dari berbagai daerah bahkan berbagai negara, persebaran virus corona, rata-rata penyebaran dari mereka yang baru datang dari luar neÂgeri dan luar daerah yang terinÂfeksi virus mematikan ini,â tandas gubernur, Selasa (31/3).
Gubernur mengingatkan masyaraÂkat agar tidak pulang kampung, dan meÂngikuti aturan pemerintah setemÂpat.
âTolong urungkan niat saudara. Tetap di daerah masing-masing dan ikutilah aturan pemerintah setempat. Jika anda ingin tetap pulang kamÂpung, saya ingatkan anda jangan membahayakan keluarga dan semua masyarakat di Maluku,â ujarnya.
Gubernur mengatakan, virus corona atau Covid-19 sudah merambah sampai ke kabupaten dan kota di Maluku. Pencegahan penyebaran virus mematikan ini, sementara dilaÂkukan oleh pemerintah pusat, pemeÂrintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota.
Namun pencapaian ini tidak berarti apa-apa, kata gubernur, jika masyaÂrakat tidak bersama-sama mencegah dan memutus rantai penyebaran vurus ini,â ujarnya.
Mantan Kakor Brimob Polri ini kembali mengingatkan kalau Covid-19 bukan masalah sepeleh. Ini masalah hidup dan mati yang harus dihadapi bersama
âKarena itu, jangan pulang kampung, tetaplah di rumah masing-masing, insya Allah masalah ini dapat kita selesaikan secara berÂsama-sama,â tandasnya.
Minta Gugus Tugas Tegas
DPRD Provinsi Maluku meminta kepada satuan gugus tugas untuk tegas mencegah orang luar masuk ke Maluku.
âKami minta kepada gugus tugas yang ada di pemerintah provinsi supaya mengambil langkah-langkah yang tegas dan terukur sehingga orang tidak lagi keluar masuk bebas di daerah ini,â kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Selasa (31/3).
Wattimury mengaku, informasi tentang orang luar yang masuk sudah diketahui pihaknya. Bahkan ada juga yang datang, tetapi tidak tahu tujuannya ke mana. Karena itu, pengawasan harus ketat.
âSaya sudah dapat informasi seÂkian banyak orang luar masuk deÂngan kapal Pelni, kemudian mereka akan ke Tual dan sebagainya, nah bagaimana itu dilakukan pengawaÂsan dan tidak hanya di Yos Sudarso tetapi sampai ke kabupaten dan kota,â tandasnya.
Wattimury kembali meminta saÂtuan gugus tugas untuk mengambil langkah-langkah yang tegas, sehiÂngga tidak memberi peluang kepada orang luar bebas masuk ke Maluku.
Menurut politisi PDIP ini, makluÂmat gubernur sudah cukup tegas. Tinggal masing-masing pihak terkait menindaklanjutinya.
âOtoritas pelabuhan termasuk PT.Pelni dan pihak Angkas Pura di bandara lakukan semua sesuai dengan maklumat itu dengan baik,â ujarnya.
Perlu Instrumen Hukum
Wakil Ketua DPRD Provinsi MaÂluku, Melkias Saerdekut mengataÂkan, mudik lebaran merupakan hak masing-masing orang. Jika dilarang untuk mencegah penyebaran virus corona, harus ada instrumen hukum. âJika hanya dengan himbauan-himbauan saja ini akan menjadi sulit, tetapi jika ada instrumen hukum maka bisa menjamin ada tindakan tegas dilakukan bagi yang melangÂgar,â tandas Saerdekut.
Saerdekut berharap himbauan pemerintah daerah agar warga tidak mudik bisa dipatuhi untuk kebaikan bersama.
âKalau melarang sama sekali yah tentu ini hak masing-masing orang, kita berpulang kepada kesadaran masing-masing orang terhadap kondisi kekinian yang terjadi secara global saat ini,â ujarnya. (Mg-39/Mg-4)