AMBON, Siwalima.id - Kesempatan generasi muda Maluku mengabdi sebagai prajurit TNI semakin terbuka lebar.
Bagaimana tidak, sebanyak 25.300 kuota calon prajurit disiapkan untuk mengikuti pendidikan tahun ini, dengan rincian 6.200 Bintara dan 19.100 tamtama.
Untuk itu, Pangdam XV Pattimura, Mayjen Dody Triwinarto, minta putra-putri Maluku tidak menyia-nyiakan peluang tersebut, sebab penjaringan akan menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terluar dan daerah terpencil.
Komitmen itu disampaikan Pangdam dalam kampanye kreatif penerimaan prajurit TNI melalui video conference (vicon) yang dipusatkan di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Kamis (5/11).
Pangdam menegaskan, proses penjaringan tidak boleh hanya terpusat di perkotaan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim piatu hingga pekerja sektor informal, termasuk tukang ojek, harus mendapatkan kesempatan yang sama.
Latar belakang ekonomi maupun keterbatasan akses informasi, tidak boleh menjadi penghalang bagi pemuda yang memiliki kemauan dan memenuhi persyaratan untuk menjadi prajurit TNI.
“Kesempatan harus terbuka luas bagi putra-putra terbaik Maluku, termasuk mereka yang berasal dari daerah terpencil, pulau terluar dan keluarga kurang mampu,” tegas Pangdam.
Untuk memastikan peluang itu dimanfaatkan secara maksimal, Pangdam minta seluruh Babinsa aktif melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap calon peserta sejak tahap persiapan hingga proses seleksi selesai.
Kegiatan sosialisasi ini secara khusus melibatkan Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun bersama jajaran pemerintah daerah, Dandim 1503 Tual Letkol Inf Andi Agussalim, anggota DPRD Malra Stepanus Layanan, para kepala ohoi (kades), kepala puskesmas, alumni mahasiswa hingga seluruh Babinsa turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pangdam memberikan apresiasi kepada Pemkab Malra yang menjadi daerah pertama bergerak cepat mengambil langkah nyata mendukung sosialisasi penerimaan prajurit TNI.
Pangdam juga mengingatkan calon peserta agar mempersiapkan kesehatan sejak dini karena menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian seleksi.
Hal lain yang menjadi perhatian serius adalah praktik percaloan. Pangdam menegaskan, seluruh proses penerimaan prajurit TNI, mulai dari pendaftaran hingga seleksi, tidak dipungut biaya.
Masyarakat diminta tidak tergiur janji kelulusan dari pihak yang mengatasnamakan institusi TNI. Jika menemukan praktik percaloan, segera dilaporkan untuk ditindak secara hukum.
“Personel TNI yang terbukti terlibat dapat dikenakan sanksi tegas hingga pemecatan tidak dengan hormat (PTDH),” tegas Pangdam.
Melalui penjaringan tersebut, Kodam XV Pattimura berharap semakin banyak generasi muda Maluku mampu menembus seleksi dan mengisi kebutuhan prajurit TNI dengan mengedepankan kemampuan, kesehatan dan integritas.
Sementara itu, Bupati Muhammad Thaher Hanubun menyampaikan terima kasih atas perhatian Pangdam terhadap generasi muda Malra yang ingin mengabdikan diri melalui institusi TNI.(S-10)